Image

Melihat dari Dekat Kapal Rumah Sakit Terbesar di Dunia

Demon Fajri, Jurnalis · Rabu 04 April 2018 17:23 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 04 04 481 1882123 melihat-dari-dekat-kapal-rumah-sakit-terbesar-di-dunia-4BCFokNiU9.jpg Kapal Rumah Sakit terbesar di dunia (Demon Fajri/Okezone)

PEMERINTAH Indonesia kembali menjadi tuan rumah Pacific Partnership 2018. Tahun ini merupakan kali ke-enam yang digelar di Indonesia, sejak pertama kali digelar, 2006. Di mana pada tahun ini Pacific Partnership dihelat Provinsi Bengkulu.

Kegiatan multilateral tahunan terbesar yang digelar di kawasan Indo Pasifik ini, melibatkan sekira 800 personel militer dan sipil dari Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Australia, Perancis, Peru, dan Jepang.

Para peserta akan bekerja sama dengan tenaga medis profesional Indonesia. Berpartisipasi dalam proyek teknik sipil, melakukan latihan bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana, dan turut serta dalam kegiatan-kegiatan yang melibatkan masyarakat di Kota Bengkulu.

Dalam kegiatan ini, Kapal Rumah Sakit Angkatan Laut AS, USNS Mercy ikut ambil bagian. Terutama dalam memberikan bantuan tenaga maupun teknis pengobatan gratis kepada masyarakat setempat.

Kapal USNS Mercy dimiliki dan dioperasikan, Military Sealift Command. Kapal ini mampu memberikan layanan pertolongan darurat, perawatan medis di atas kapal untuk pasukan tempur AS, yang ditugaskan dalam perang serta operasi lainnya.

Misi kedua kapal rumah sakit terbesar di dunia ini, memberikan layanan penuh layaknya rumah sakit untuk mendukung operasi penanggulangan bencana dan bantuan kemanusiaan AS di seluruh dunia.

Kapal yang di bangun dan dikonversi oleh Perusahaan National Steel and Shipbuilding, San Diego, California ini memiliki 12 ruang operasi lengkap, fasilitas ranjang rumah sakit sekira 1.000 buah.

Selain itu di dalam kapal dengan tenaga penggerak dua Turbin General Electric, dua ketel uap, 24.500 hp atau 18.3MW, satu poros baling-baling ini juga memiliki ruang layanan radiologi digital, laboratorium medis, apotik, lab pemeriksaan mata, CT Scan, serta dua fasilitas pembangkit yang memproduksi oksigen.

Kapal dengan panjang 894 kaki atau setara dengan 272,6 meter ini juga dilengkapi landasan yang mampu menampung helikopter militer, berukuran besar. Kapal yang memiliki lebar sekira 105.6 kaki atau 32,2 meter ini juga dilengkapi dengan dek pendaratan samping, untuk mengangkut pasien dari laut.

''Di kapal ini ada dua unit helikopter untuk membawa pasien. Kapal ini memiliki 1.000 tempat tidur untuk pasein. Semua alat medis ada di dalam kapal ini,'' kata Execuitif Officer USNS Mercy, Capt Lynelle Hoamah, kepada jurnalis saat berada berkeliling di dalam kapal USNS Mercy, Senin 2 April 2018.

Setiap ruang di dalam kapal yang memiliki daya angkut 69.360 ton atau setara dengan 70.473,10 metric tons dalam muatan penuh ini, terdapat tim dokter dan suster. Di mana seluruh ruang tersebut telah dilengkapi dengan peralatan medis lengkap, layaknya rumah sakit di Amerika Serikat.

Kapal dengan yang memiliki kecepatan, 17,5 knots atau 20,13 mph ini mulanya kapal tanker kelas San Clemente yang dialihfungsikan. USNS Mercy di kirim dari pabrikan pada tahun 1986.

Saat tidak dalam penugasan, kapal ini berlabuh di San Diego, California. Dengan sekelompok kecil kru kapal. Terdiri dari para pegawai sipil dan personel tenaga medis aktif dari Angkatan Laut.

Kapal ini memiliki kru dalam status operasi penuh sebanyak 65 pegawai sipil dan hingga 1.215 tenaga medis dari Angkatan Laut. Sementara, jika dalam status tidak dalam penugasan, kru sebanyak 18 pegawai sipil dan 58 tenaga medis AL.

''Di kapal ini memiliki fasilitas pembangkit yang memproduksi oksigen. Ada ribuan tenaga medis di dalam kapal ini,'' sampai Hoamah.

Sebagai mana diketahui, Pacific Partnership adalah misi tahunan untuk bantuan kemanusiaan dan tanggap bencana terbesar yang diselenggarakan di kawasan Indo Pasifik. Di mana Pacific Partnership 2018 merupakan penyelanggaraan misi ke-13.

Pada misi tahun ini dipimpin Komandan, Skuadron Destroyer 31 danpara staf, yang berada di kapal rumah sakit USNS Mercy (T-AH-19) dan kapal pengangkut ekspedisi cepat USNS Fall River (T-EPF 4).

Struktur kontrol dan komando multinasional guna melibatkan wakil komandan misi Kerajaan Inggris dan Kepala Staf Australia. Dalam kegiatan ini melibatkan lebih dari 800 personel sipil dan militer dari Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Australia, Perancis, Peru dan Jepang.

Selain itu, Pacific Partnership melibatkan sejumlah profesional di bidang kesehatan, teknik sipil, para ahli bidang bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana, dan para pegawai sipil AngkatanLaut (AL), yang bekerja sama dengan pihak-pihak dari negara penyelenggara misi di setiap tempat pelaksanaan.

USNS Mercy akan singgah di Indonesia, Sri Lanka, Malaysia, dan Vietnam sedangkan USNS Fall River akan mengunjungi Kepulauan Yap, Palau, Malaysia dan Thailand. Kegiatan bersama komunitas dan penampilan grup band militer akan diadakan di setiap negara perhentian untuk menjalin persahabatan dengan masyarakat tuan rumah.

Misi tahun ini kembali mengunjungi Indonesia, Malaysia dan Vietnam. Di mana Amerika Serikat terus melanjutkan kerja sama yang kuat serta jalinan hubungan dalam bidang pertahanan dengan negara-negara ini.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini