nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Aneka Kerajinan Tangan dari Eceng Gondok Jadi Rebutan di Malaysia

Agregasi Antara, Jurnalis · Kamis 05 April 2018 15:29 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 04 05 194 1882510 aneka-kerajinan-tangan-dari-eceng-gondok-jadi-rebutan-di-malaysia-c7mxXjTsik.jpg Ilustrasi kerajinan eceng gondok (foto: Ulvi90.wordpress)

AKSESORI berbahan eceng gondok Kelompok Usaha Produksi (KUP) Perempuan Desa Peulanteu, Kecamatan Arongan Lambalek, Kabupaten Aceh Barat, menjadi rebutan pada kegiatan Archipelago Exhibition (Archex) di Malaysia.

Nelli Mutia, perwakilan KUP yang dihubungi dari Meulaboh, Kamis mengatakan, promosi produksi kerajinan dari Aceh itu diikut sertakan pada expo yang berlangsung selama dua hari di Aula Hasanuddin Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur.

 BACA JUGA:

Kesehatan Tulang hingga Mengurangi Risiko Terkena Flu, Manfaat Vitamin D bagi Tubuh

"Kerajinan eceng gondok yang kami bawa menjadi rebutan warga di Malaysia. Selama dua hari dipromosikan semua Aksesori yang kami bawa habis terjual," katanya melalui sambungan telepon saat berada di Kuala Lumpur, Malaysia.

Kegiatan Archipelago Exhibition (Archex) yang berlangsung pada 3 - 4 April 2018 itu, dilaksanakan KBRI Kuala Lumpur untuk meningkatkan akses pasar produk Indonesia serta mendorong investasi asing dan wisatawan mancanegara asal Malaysia.

Selama kegiatan berlangsung, sebut Nelli, peminat yang berkunjung bukan hanya melihat, namun membeli bermacam Aksesori kerajinan tangan dari Aceh Barat yang dikumpul dengan semua produk Indonesia di Negara Jiran itu.

"Peminat ramai namun barang yang kami bawa tidak banyak hanya beberapa bentuk sample atau contoh yang kami buat di Aceh Barat. Kerajinan kita juga jadi trending topik di medsos, mungkin pada kesempatan ke depan akan ada gerai di sini," sebutnya.

Lebih lanjut disampaikan, adapun jenis-jenis aneka Aksesori dari bahan baku eceng gondok kerajinan perempuan Aceh Barat yang dipromosikan itu masih berupa tas, kotak tisu, tempat bulpen, vas bunga, sandal dan dompet.

Kehadiran produk kerajinan tangan dari Aceh pada kegiatan tersebut difasilitasi oleh Kementrian Desa Pembangunan Daerah tertinggal dan Transmigrasi (KPDT) RI, sebab desa di Kecamatan Arongan Lambalek salah satu daerah perhatian pemerintah.

Nelli Mutia menyampaikan, kemampuan KPU Perempuan Desa Peulanteu memproduksi kerajinan tangan selama ini mendapat pendampingan dari Mahasiswa Universitas Islam Ar-Raniry Banda Aceh, lewat program Universitas Masuk Kampung (UMD) pada 2017.

 BACA JUGA:

Kisah Penyelamatan Hewan yang Paling Mengharukan

Kegiatan pembinaan kelompok perempuan Aceh Barat itu, juga merupakan intervensi program Kolaborasi Masyarakat dan Partisipasi untuk Kesejahteraan (Kompak) yang didanai oleh Departement Foreigh of Affair And Trade (DFAT Pemerintah Australia.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini