nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Miss Indonesia 2018 Alya Nurshabrina Terlibat dalam Pembahasan Mengenai Perlindungan Anak

Tiara Putri, Jurnalis · Kamis 05 April 2018 18:45 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 04 05 194 1882684 miss-indonesia-2018-alya-nurshabrina-terlibat-dalam-pembahasan-mengenai-perlindungan-anak-TOR1qm7PWg.jpg Alya Nurshabrina dan Pihak KPAI (Foto: Ist)

KASUS kekerasan terhadap anak masih terus terjadi hingga saat ini. Tak sedikit orangtua yang salah kaprah dalam mendidik anak. Belum lagi ada beberapa pihak yang tega melakukan pelecehan seksual terhadap anak.

Perlu diketahui, tindak kejahatan tersebut bukan hanya dialami oleh anak perempuan saja. Berdasarkan data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), dalam dua tahun terakhir kasus pelecehan seksual didominasi oleh korban anak laki-laki.

Melihat masih banyak masyarakat yang belum peduli terhadap perlindungan anak dari kekerasan, KPAI mengajak sejumlah publik figur termasuk Miss Indonesia 2018, Alya Nurshabrina.

BACA JUGA:

Meriahnya Ritual Perayaan Sembahyang Kubur di Bangka Belitung

“Hari ini kita kan memang menyatukan pandangan dan saya sangat bangga dengan gagasan, masukan, sekaligus juga dengan komitmen yang akan dilakukan oleh Miss Indonesia. Alhamdullilah, Miss Indonesia memiliki pengalaman yang cukup bagus dan beberapa rencana akan melakukan beberapa ikhtiar terkait dengan upaya perlindungan anak,” ungkap Ketua KPAI Dr. Susanto, MA saat ditemui dalam konferensi media usai melakukan Forum Group Discussion KPAI bertema perlindungan anak, Kamis (5/4/2018) di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.

(Foto: Ist)

Ditambahkan oleh Susanto, adanya forum diskusi yang melibatkan Alya merupakan kontribusi yang besar untuk anak Indonesia di masa mendatang. “Peran beliau sebagai Miss Indonesia memiliki dampak yang besar bagi upaya mengedukasi publik yang semakin besar.

Dengan kesepahaman kita tadi, maka saya berharap Miss Indonesia terus melakukan berbagai ikhtiar terkait dengan perlindungan anak dari hal-hal yang sederhana sampai hal-hal yang memang dibutuhkan oleh publik seperti bagaimana melakukan pengasuhan positif, membudayakan perlindungan anak di lingkungan kelompok sosial, mengaktifkan peran RT RW agar memiliki kepedulian terhadap perlindungan anak, termasuk juga mengadvokasi para kelompok seni dan budaya agar concern terhadap isu-isu anak,” jelasnya.

Di sisi lain, Alya merasa tidak terbebani karena ikut terlibat dalam perbincangan perlindungan anak. “Saya malah semakin semangat ke depannya karena mendapatkan kepercayaan dari KPAI, istilahnya sebagai spoke person yang tidak resmi untuk meneruskan informasi-informasi dan kesadaran tentang anak. Semoga ke depannya pun misi saya ini semakin mengerucut dan spesifik agar orang-orang juga tahu ketika saya hadir, saya ini ingin membantu apa dan juga kontribusi saya jelas,” ungkapnya saat ditemui dalam kesempatan yang sama.

“Kegiatan positif apapun yang berhubungan dengan pendidikan, anak-anak, dan tentu anak-anak disabilitas itu akan selalu saya dukung,” lanjut Alya. Ke depannya ia berharap semua ide-ide yang sudah dipaparkan dalam diskusi dapat diaplikasikan dalam dunia nyata. “Kalaupun hanya menjadi rencana semoga itu menjadi bahan evaluasi ke depannya apa yang bisa kita perbaiki dan lebih realistis,” ucapnya.

BACA JUGA:

Aneka Kerajinan Tangan dari Eceng Gondok Jadi Rebutan di Malaysia

Hal senada juga diutarakan oleh Susanto. Dirinya berharap para publik figur terutama Alya terus berperan aktifterkait dengan upaya optimalisasi perlindungan anak. “Baik yang berkaitan dengan edukasinya, kemudian pengawasannya, kemitraannya, bahkan hal-hal lain yang terkait dengan upaya-upaya maksimalisasi,” pungkasnya.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini