nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Strategi Alya Nurshabrina untuk Perangi Kekerasan pada Anak

Tiara Putri, Jurnalis · Jum'at 06 April 2018 07:21 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 04 05 196 1882727 strategi-alya-nurshabrina-untuk-perangi-kekerasan-pada-anak-MiD2DbyOvp.jpg Alya Nurshabrina dan Pihak KPAI (Foto: Ist)

SOSOK Miss Indonesia 2018, Alya Nurshabrina dikenal aktif dalam berkegiatan sosial. Salah satu yang menjadi fokus utamanya adalah isu-isu yang menyangkut soal anak. Hal itu pula yang mendorong dirinya ikut terlibat dalam forum diskusi mengenai perlindungan anak dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) hari ini, Kamis (5/4/2018) di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.

“Saya sangat senang dan bersyukur atas semua proses diskusi yang sangat dinamis dan juga bagus sekali. Kami di dalam saat di ruang rapat sama-sama bertukar ide dan cerita, membahas secara menyeluruh satu per satu mengenai solusi atau beberapa aksi yang kita dapat terapkan ke depannya,” ujar Alya saat ditemui usai forum diskusi.

Dalam kesempatan itu Alya juga memberikan rekomendasi mengenai upaya perlindungan anak. “Salah satu rekomendasi dari saya adalah mengajak masyarakat untuk menciptakan lingkungan rumah dan keluarga yang berbudaya, ramah anak, dan juga ramah disabilitas tentunya. Dan juga didukung lintas organisasi, lintas komunitas, karena pada dasarnya lingkungan sosial yang positiflah yang dapat turut menunjang kehidupan anak dan pergaulannya agar terus positif dan menghindari narkoba serta pergaulan yang negatif,” tambahnya.

(Foto: Ist)

Menurut Alya, kekerasan terhadap anak sebenarnya paling rentan dilakukan oleh keluarganya sendiri. Maka dari itu langkah yang harus dilakukan adalah mengedukasi keluarganya terlebih dahulu untuk mengetahui hak-hak anak dan jenis tindakan pelanggaran dalam pengasuhan. Kemudian baru lingkungan tempat tinggal anak harus didekati agar perkembangan anak tetap bagus, positif, dan terhindar dari kekerasan.

Berbicara mengenai lingkungan tempat tinggal anak, anak pertama dari tiga bersaudara itu mengutarakan jika diperlukan lebih banyak lingkungan positif seperti Ruang Publik Terbuka Ramah Anak (RPTRA). 

BACA JUGA:

Miss Indonesia 2018 Alya Nurshabrina Terlibat dalam Pembahasan Mengenai Perlindungan Anak

"RPTRA sebagai salah satu contoh lingkungan sosial yang positif bagi perkembangan anak meskipun itu bukan sekolah. Semoga ke depannya juga akan ada lebih banyak lokasi-lokasi seperti RPTRA dan masyarakat, keluarga-keluarga yang memiliki anak sadar ada lokasi yang bagus untuk tempat anaknya agar tetap terhindar dari kekerasan,” tuturnya.

Selain itu, Alya juga memiliki rencana untuk menggunakan media sosialnya sebagai platform yang menginformasikan dan memberikan edukasi tentang perlindungan anak. “Jadi ke depannya saya ingin konkretnya adalah mengajak teman-teman pemuda untuk ikut menyebarluaskan informasi tentang ini (perlindungan anak), kesadaran tentang ini, dan juga apabila melihat ada sesuatu masalah yang menyangkut kekerasan pada anak langsung laporkan. Jangan menunda-nunda, langsung laporkan ke pihak berwajib, bisa ke pihak polisi atau melalui jalur KPAI,” ucapnya.

Sementara itu, menurut perempuan berambut panjang tersebut, kegiatan edukasi mengenai perlindungan anak sangat sejalan dan selaras dengan misinya sebagai Miss Indonesia. “Kalau disambungkan tentu nyawa kita ada di beauty with a purpose. Kembali lagi, semua ilmu yang kita terima, hal-hal positif yang kita emban akan kita kembalikan ke masyarakat, itulah purpose kami,” tutup Alya.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini