nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Keahlian Dokter Terawan Dipuji Pejabat Tinggi, IDI: Silahkan Saja

Dewi Kania, Jurnalis · Kamis 05 April 2018 15:07 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 04 05 481 1882530 keahlian-dokter-terawan-dipuji-pejabat-tinggi-idi-silahkan-saja-RPvyx1n50j.jpg Dokter Terawan bersama pasien (Foto: @deatunggaesti/Instagram)

MAJELIS Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) memutuskan untuk memberhentikan Dokter Terawan sebagai anggotanya. Karena dokter yang menangani bidang radiologi itu dianggap menyalahi etik profesi.

Dalam surat putusan amar yang dikeluarkan oleh IDI, disebutkan bahwa Dokter Terawan Agus Putratanto telah melakukan pelanggaran etik serius. Karena itu ditetapkan sanksi berupa pemecatan sementara, sebagai anggota IDI selama 12 bulan, mulai tanggal 25 Februari 2018 sampai 25 Februari 2019. Kemudian disertai pernyataan tertulis pencabutan rekomendasi izin praktiknya.

Nah, namanya mendadak viral karena mengiming-iming kesembuhan penyakit stroke, dengan metode cuci otak. Dia banyak mendapat banyak pujian dari pasien, termasuk beberapa kalangan pejabat tinggi yang pernah ditanganinya. Apa kira-kira tanggapan MKEK PB IDI?

Ketua Majelis Kode Etik Kedokteran (MKEK) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dr Prijo Pratomo, SpRad(K) mengatakan, sebenarnya tidak masalah jika pasien memberikan testimoni baik dari pasien kalangan apapun. Hanya saja dokter yang praktik di RSPAD Gatot Subroto tersebut, dianggap menyalahi rambu-rambu dalam sumpah dokter, yang pernah diucapkan saat memulai bekerja melayani pasien.

"Kalau (Dokter Terawan) dapat testimoni dari pejabat-pejabat yang bersangkutan itu silakan saja. Tetapi di dalam putusan etik, kita tidak bisa mendasari pada soal testimoni. Dia menyalahi rambu-rambu dalam sumpah dokter," ujar saat dihubungi Okezone, Kamis (5/4/2018).

Prijo mengatakan, Dokter Terawan telah melakukan kesalahan yang melanggar etik profesi yang mengacu pada banyak hal. Antara lain yaitu seorang dokter tidak boleh mengiklankan produk, tidak boleh memuji diri, serta tidak boleh melanggar sumpah dokter.

"Salah satu yang jadi patokan adalah seorang dokter itu tidak boleh mengumumkan hasil tindakannya. Misalnya, dia bisa sembuhkan suatu penyakit dengan metode yang dipunya, tapi belum terbukti ilmiah," imbuhnya.

(Baca Juga: Mengenal Sindrom Kallman, Penyakit yang Sebabkan Anak Gagal Puber)

Dokter Terawan diklaim mempunyai keahlian khusus dalam mengobati pasien stroke. Dia menggunakan metode cuci otak yang disebut dengan Digital Substracion Angiography (DSA).

Banyak pasien percaya bahwa metode itu berhasil menyembuhkan penyakit kronis yang menyerang sistem saraf. Padahal praktik yang ia lakukan, belum pernah dibuktikan oleh studi ilmiah oleh para peneliti.

Meski dikeluarkan sementara sebagai anggota IDI, kabarnya dokter yang juga berpangkat Mayjen TNI itu, hingga hari ini tetap praktik melayani pasien. Salah satunya di RSPAD Gatot Subroto, di kawasan Senen, Jakarta Pusat. (hel)

(Baca Juga: 6 Potret Manekin yang Tidak Biasa dan Siap Bikin Ngakak!)

(hel)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini