nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dokter Terawan Dipecat IDI, Menkes Nila Siap Ikut Mediasi

Dewi Kania, Jurnalis · Kamis 05 April 2018 18:58 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 04 05 481 1882690 dokter-terawan-dipecat-idi-menkes-nila-siap-ikut-mediasi-Z9z4xM1vFy.jpg Menkes Nila Moeloek (Foto: M.Rizky/Okezone)

MASALAH pemecatan yang dialami Dokter Terawan atas putusan Ikatan Dokter Indonesia menjadi pro dan kontra. Menteri Kesehatan RI Prof Nila Faried Moeloek pun ikut menanggapi hal ini.

Dokter Terawan berprofesi sebagai seorang spesialis radiologi, yang disenangi oleh banyak pasien. Dia menerapkan metode Digital Substracion Angiography (DSA) yang bisa mendeteksi gejala stroke. Perlu dicatat, metode ini hanya dipakai sebagai langkah deteksi dini stroke, yang bukan teknik pengobatan.

Tapi IDI membuat putusan amar berisi pemecatan terhadap Dokter Terawan yang telah melakukan pelanggaran berat. Dia melanggar sumpah dokter yang diucapkan saat pertama menjadi dokter yang melayani pasien.

Atas dasar itu, Menkes Nila bersedia menjembatani Dokter Terawan dan IDI agar masalah cepat selesai. Tapi dia meminta kepada IDI agar masalah tersebut dapat diselesaikan secara internal.

Menkes Nila mengatakan, pemecatan yang dijatuhkan kepada Dokter Terawan Agus Putranto menjadi urusan internal atas keorganisasian dari IDI. Dia meminta agar antar organisasi seperti Majelis Kehormatan Etik Kedokteran Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (MKEK PB IDI), Persatuan Dokter Spesialis Radiologi (PDSRI) dan Persatuan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) duduk membeberkan masalah.

"Komunikasi ini mengonfirmasi dan menyamakan pandangan dalam menyampaikan pernyataan di depan publik. Kalau belum dapat solusi, Kemenkes siap mediasi," ujarnya lewat keterangan pers, Kamis (5/4/2018).

Dalam komunikasi tersebut, IDI disarankan untuk melakukan langkah yang sesuasi dengan standar kedokteran, sebagai tindak lanjut penyelesaian masalah. Masyarakat juga jadi mengerti dengan masalah viral ini agar tidak menjadi buah bibir lebih lanjut.

"Kemenkes sedang dalam proses komunikasi dengan IDI, MKEK dan organisasi profesi, untuk mendalami fakta dan persoalan yang sebenarnya. Setelah itu akan dilakukan mediasi mencari solusi terbaik," tuturnya.

Dokter Terawan dijatuhi sanksi dikeluarkan sementara dari keanggotaan IDI tertanggal mulai 25 Februari 2018-25 Februari 2019. Itu akibat dari pelanggaran etika berat, karena melakukan praktik pengobatan metode 'cuci otak' yang belakangan ini viral.

(hel)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini