nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

5 Teknik Pengawetan Makanan Secara Alami

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Sabtu 07 April 2018 10:00 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 04 06 298 1883011 5-teknik-pengawetan-makanan-secara-alami-81VumQfxuF.jpg Ikan Asin (Foto: Okezone)

UNTUK membuat makanan bertahan lebih lama, ada beberapa cara ampuh yang bisa Anda lakukan. Salah satunya dengan mengawetkan makanan secara alami. Dikatakan alami karena proses ini tidak menggunakan bahan kimia dan berbahaya sama sekali.

Anda hanya perlu merendam bahan makanan dengan air garam, mengeringkannya di bawah sinar matahari, atau menggunakan teknik pasteurisasi untuk mengurangi mikroba yang terkandung pada makanan. Seperti apa saja teknik pengawetan makanan secara alami? Berikut 5 di antaranya, sebagaimana dilansir Okezone dari berbagai sumber, Sabtu (7/4/2018).

Pengasinan

Salah satu cara pengawetan makanan alami adalah menggunakan garam atau proses pengasinan. Proses ini sering digunakan untuk mengawetkan produk daging atau ikan agar memiliki umur simpan yang lebih panjang. Larutan garam biasanya akan direndam bersama bahan-bahan makanan, tujuannya untuk menghambat pertumbuhan atau aktivitas bakteri penyebab pembusukan sehingga makanan menjadi lebih awet. Proses tersebut juga sering dikenal dengan teknik (curing). Dari kebisaan inilah kita mulai mengenal istilah ikan asin.

Pengeringan

Teknik pengawetan yang satu ini umumnya digunakan untuk mengawetkan beberapa jenis bahan makanan yang tinggi kadar airnya. Dengan proses pengeringan, air yang terkandung dalam makanan akan diminimalisir sehingga mikroorganisme perusak makanan tidak dapat berkembang biak. Seperti diketahui, air sangat dibutuhkan oleh jamur maupun kuman bakteri untuk bertahan hidup. Ketika kandungannya dikurangi, otomatis bakteri atau kuman penyakit itu tidak dapat berkembang dengan baik. Kendati demikian, proses pengeringan harus dilakukan secara sempurna agar makanan tetap aman untuk dikonsumsi.

Pengalengan

Sesuai dengan namanya, teknik pengawetan ini dilakukan dengan cara mengemas bahan makanan yang telah disterilkan ke dalam wadah tertutup seperti kaleng. Biasanya bahan makanan akan dipanaskan terlebih dahulu untuk menghilangkan kuman-kuman penyakit yang terkandung di dalamnya. Contoh proses pengawetan ini sering kita temukan pada buah kalengan atau produk susu.

Penyinaran

Tidak ada yang menyangka bahwa paparan sinar ultraviolet atau sinar gamma memiliki kemampuan untuk mematikan atau menghambat pertumbuhan mikroorganisme. Teknik inilah yang sering digunakan oleh produsen makanan untuk mengawetkan bahan makanan yang hendak mereka jual. Uniknya, meski telah terpapar sinar ultraviolet, makanan dipercaya masih aman untuk dikonsumsi dan kualitasnya terjaga dengan baik.

Pasteurisasi

Pasteurisasi adalah sebuah proses pemanasan makanan dengan tujuan membunuh mikroorganisme yang berbahaya untuk kesehatan seperti bakteri, protozoa, kapang, dan khamir. Proses ini juga dipercaya dapat memperlambat pertumbuhan mikroba pada makanan jika dilakukan dengan sempurna. Namun perlu dikathui bahwa teknik pengawetan yang satu ini ternyata tidak dimaksudkan untuk membunuh seluruh mikroorganisme pada makanan. Pasteurisasi bertujuan untuk mengurangi jumlah organisme, sehingga tidak bisa menyebabkan penyakit berbahaya. Beberapa produk yang bisa dipasteurisasi antara lain, susu, anggur, bir, jus buah, cider, madu, telur, makanan kalengan, hingga minuman penambah energi.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini