nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Indonesia Segera Buka 'Warung Kopi' Tahun Ini di Amerika Serikat

Annisa Aprilia, Jurnalis · Jum'at 06 April 2018 19:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 04 06 298 1883227 indonesia-segera-buka-warung-kopi-tahun-ini-di-amerika-serikat-q816jmj56r.jpg Kopi Indonesia akan dikenalkan ke Amerika (Foto: Apri/Okezone)

KONSUMSI kopi saat ini tidak seperti dahulu yang hanya diminum oleh orangtua. Namun, sekarang kopi juga dinikmati sebagai gaya hidup, sehingga menciptakan jenis konsumen baru yang menghargai cerita di balik secangkir kopi.

Beruntungnya Indonesia menjadi salah satu negara yang menghasilkan kopi terbesar di dunia, menduduki posisi ke empat. Maka, tidaklah heran jika mulai menjamur kedai kopi di Indonesia dan kini minum kopi juga diminati kaum muda milenial.

Kopi juga merupakan salah satu subsektor yang didorong oleh Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) untuk menembus pasar dunia melalui promosi brand Kopi Indonesia. Pasalnya, kopi asal Indonesia selama ini hanya dikenal dengan nama daerah asalnya saja tanpa mencantumkan nama Indonesia, jadi konsumen kopi di luar negeri yang kerap membeli kopi daerah asal Indonesia disalah satu kedai kopi ternama tidak mengetahuinya.

"Bekraf akan melakukan Roadshow promosi brand Kopi Indonesia di Amerika dan Kanada mulai 13 April 2018 dalam rangka pengembangan pasar luar negeri. Diharapkan melalui kegiatan ini dihasilkan sejumlah kesepakatan bisnis terkait pembukaan kafe Kopi Indonesia di luar negeri, membuka peluang brand kopi lokal untuk dikenal luas oleh pasar luar negeri, dan memberikan citra positif bagi Indonesia serta produk kreatif nasional di pasar internasional," ucap Ricky Joseph Pesik Wakil Kepala Bekraf, dalam acara Konferensi Pers Roadshow Promosi Brand Kopi Indonesia dalam Rangka Pengembangan Pasar Luar Negeri, di salah satu kafe di Jl. KH. Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Jumat (6/4/2018).

Lebih lanjut, Ricky juga menuturkan dengan melakukan promosi ini di Amerika Serikat dan Kanada, Kopi Indonesia bisa lebih dikenal oleh dunia, terutama Amerika Serikat sebagai salah satu negara dengan konsumsi kopi tertinggi. Namun, untuk mewujudkan pembukaan kedai kopi Indonesia tentu memiliki tantangan yang cukup berat, seperti yang dikatakan oleh Ricky.

"Tentu akan menghadapi tantangan ekosistem di hulu yang masih banyak sekali. Sekaligus jadi tantangan bagi Bekraf untuk meningkatkan nilai tambah kopi pada sisi hilir, bagaimana kita tidak hanya bawa Indonesia sebagai eksportir terkenal, tapi juga membawa nilai tambah kopi ke pasar dunia, tugas ini jauh lebih berat dari sekadar eksport kopi," lanjutnya.

Melanjutkan penuturan Ricky, Joshua Puji Mulia Simanjuntak selaku Deputi Pemasaran Bekraf mengatakan brand kopi Indonesia telah melakukan diskusi dan hasilnya ada satu ide kerja sama dengan dua brand lokal kopi di luar negeri. Tahun ini diharapkan Indonesia bisa mulai memperkenalkan kopi asal Indonesia dengan nama Kopi Indonesia dan kemudian dilanjuti dengan varian kopi daerahnya (single origin), seperti Kopi Indonesia Bali Kintamani, bukan hanya kopi Bali Kintamani saja.

"Hasil diskusi kita cocok dengan satu ide yaitu sister coffee. Brand kopi Indonesia akan bermitra dengan brand coffee shop di luar negeri, salah satu terobosan untuk menyiasati validasi yang lumayan mahal dan berisiko, dengan adanya kerja sama ini kita bisa mendapatkan feedback, dengan seperti itu kita bisa menstrategikan pemasaran kopi Indonesia," kata Joshua.

Untuk pemilihan Amerika Serikat sebagai tempat diadakannya roadshow dan pembukaan kedai kopi Indonesia ada alasan tersendiri. Kasmito, pihak dari Asosiasi Kopi Spesial Indonesia yang juga terlibat dalam roadshow yang dilakukan menjelaskan alasan tersebut.

"Amerika merupakan pengkonsumsi kopi kelas dunia. Jadi mereka berhak tentukan kualitas kopi yang masuk, kopi apa yang akan mereka beli dan kualitasnya," jelasnya.

Lebih lanjut, Kasmito juga menuturkan Indonesia sebagai penghasil kopi nomor empat dunia tentu tidak semua hasil panennya dipakai sendiri. Pasalnya, sebagian kopi diekspor ke luar negeri terutama jenis kopi arabica yang diekspor dominan ke Amerika Serikat.

"Untuk itu, kita kali ini tetapkan Amerika sebagai tempat roadshow kopi Indonesia," pungkasnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini