nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ketika Keindahan Alam dan Mitos Suara Gamelan Bersatu di Air Terjun Sri Gethuk, Gunungkidul

Tiara Putri, Jurnalis · Jum'at 06 April 2018 10:20 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 04 06 406 1882920 ketika-keindahan-alam-dan-mitos-suara-gamelan-bersatu-di-air-terjun-sri-gethuk-gunungkidul-1RtUkwp4DG.jpg Air Terjun Sri Gethuk (Foto: Instagram/Jogjajateng)

HINGGA saat ini Yogyakarta masih menjadi destinasi favorit bagi wisatawan. Banyaknya objek wisata yang bisa dijelajahi membuat wisatawan merasa tidak pernah cukup, untuk menghabiskan waktu liburan di kota gudeg itu. Belum lagi budaya yang begitu kental menjadi salah satu daya pikat bagi wisatawan.

Daerah Gunungkidul merupakan daerah yang banyak dikunjungi wisatawan. Di sana wisatawan dapat menemukan pantai maupun air terjun yang menyegarkan. Kali ini Okezone akan membahas mengenai salah satu air terjun yang cukup terkenal yaitu Sri Gethuk.

Air terjun ini berada di Desa Wisata Bleberan, Kecamatan Playen. Udara yang sejuk siap menyambut wisatawan ketika mereka memasuki area wisata menggunakan kendaraan pribadi. Bagaimana tidak, sepanjang perjalanan terdapat hutan yang dipenuhi berbagai pepohonan.

Seperti air terjun pada umumnya, di sekitar Air Terjun Sri Gethuk terdapat tebing yang menjulang dengan ketinggian mencapai 50 meter. Debit air yang mengalir cukup deras sehingga meskipun tidak langsung menceburkan diri ke dekat air terjun, wisatawan masih bisa merasakan gemericik air. Terlebih air juga cukup melimpah karena berasal dari tiga sumber mata air.

Wisatawan yang datang ke sana tentu tidak akan melewatkan kesempatan untuk berfoto dan menangkap momen-momen indah. Ada pula yang memilih untuk berenang karena terdapat kolam. Wisatawan juga bisa berkeliling menelusuri air terjun dengan menyewa perahu yang sudah disiapkan oleh pihak pengelola.

Selain keindahan panorama, masih ada hal yang membuat wisatawan tertarik datang ke air terjun. Apalagi kalau bukan karena mitos yang beredar di masyarakat. Konon nama air terjun diambil dari nama kethuk, yaitu gamelan yang disimpan oleh pimpinan jin. Ya, masyarakat percaya jika dulunya air terjun tersebut merupakan tempat berkumpulnya para jin yang dipimpin oleh Anggo Menduro. Gamelan bernama kethuk itu pun milik pemimpin jin tersebut karena dirinya sangat menyukai kesenian Jawa. Beberapa warga percaya bila suara gamelan itu masih sering terdengar di sekitar air terjun.

Terlepas dari benar atau tidaknya mitos tersebut, keindahan air terjun menjadi hal yang paling menarik. Belum lagi harga tiket masuk ke obyek wisata tersebut cukup terjangkau yaitu sekira Rp 10ribu untuk satu orang.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini