nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Makanan Mengandung Bahan Pengawet, Halal atau Haram?

Vessy Frizona, Jurnalis · Minggu 08 April 2018 00:33 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 04 07 298 1883624 makanan-mengandung-bahan-pengawet-halal-atau-haram-r6fA57XHSu.jpg Ilustrasi makanan halal (Foto: Halal.com)

ALQURAN telah menyerukan kepada kita untuk mengkonsumsi makanan yang halalan dan toyyiban. Di sisi lain, kebutuhan pangan dewasa ini semakin meningkatkan.

Selain itu, teknologi pangan juga dipakai guna memenuhi kebutuhan konsumen yang menginginkan makanan yang segar, siap saji dan menarik.

Untuk membuat makanan selalu tampak segar dan menarik, banyak produsen dan distributor yang menggunakan pengawet. Lantas, halal kah penggunaan bahan pengawet pada makanan?

Pengawet makanan sendiri terdiri dari bahan alami dan kimiawi. Bahan alami didapat dari hewani dan nabati. Perlu diketahui juga, situs Halal MUI merilis bahwa kini banyak beredar makanan dengan kandungan E471.

Dijelaskan bahwa kode E merupakan kode yang dikeluarkan oleh Uni Eropa (European Union) untuk bahan tambahan makanan (pewarna, pengawet, pengental, penstabil, dsb).

Kode E tidak dapat mengidentifikasikan bahwa bahan tersebut mengandung babi. Perlu ada pengkajian lebih lanjut terkait dengan kandungan yang terdapat dalam bahan. Contoh E471 yang merupakan bahan emulsifier yang dapat berasal dari lemak hewani maupun nabati.

Wakil Direktur LPPOM MUI, Muti Arintawati menjelaskan, apabila bahan pengawet berasal dari nabati, maka hukumnya halal. Sedangkan, jika berasal dari hewani, perlu dilihat dulu berasal dari hewan yang halal atau tidak.

"Kendati sudah berasal dari hewan yang halal, perlu ditinjau juga apakah proses penyembelihannya sesuai syariat atau tidak. Bila sudah berasal dari hewan yang halal dan disembelih dengan syar'i maka itu halal," kata Muti kepada Okezone.

(Baca Juga: 5 Foto Sebelum Tragedi Mengerikan yang Tak Sengaja Tertangkap Kamera)

Namuan, sebaliknya, jika hewannya halal, tetapi proses penyembelihannya bertentangan dengan syariat, maka itu tidak halal. "Artinya haram dikonsumsi," ulasnya.

Sebagai informasi, produk makanan yang komposisinya terdapat kode E dan sudah berlogo halal MUI, dipastikan bahwa bahan tersebut berasal dari sumber yang halal sehingga tidak perlu dikhawatirkan lagi.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini