Pria 72 Tahun Pernah Tinggal Bersama Serigala di Hutan, Keadaannya Sekarang Masih Seperti Tarzan

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Sabtu 07 April 2018 12:21 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 04 07 406 1883456 pria-72-tahun-pernah-tinggal-bersama-serigala-di-hutan-keadaannya-sekarang-masih-seperti-tarzan-8dROD5SbwQ.jpg

KISAH Tarzan benar terjadi! Kisah itu menceritakan seorang manusia yang sejak kecil hidup di hutan bersama hewan buas. Sampai akhirnya dia bisa berteman baik dengan hewan-hewan yang ada di dalam hutan tersebut.

Kisah ini terjadi pada Marcos Rodriguez Pantoja. Dilansir dari Oddity Central, pria berusia 72 tahun itu diketahui pernah hidup bersama serigala di hutan liar. Lokasi tepatnya berada di Provinsi Cordoba di Spanyol.

Kisah ini menjadi viral di media sosial. Awal ceritanya bermula dari penemuan sosok pria berusia 19 tahun yang hidup bersama dengan serigala di hutan. Kemudian, pihak Garda Sipil membawanya ke habitat aslinya manusia yaitu di perkampungan. Namun, setelah hidup sampai usia 72 tahun, sifat Tarzannya masih kuat di tubuh Rodriguez.

Sedikit informasi, Rodriguez tinggal di hutan selama 12 tahun. Dia bisa tinggal di alam liar karena perpisahan orangtuanya di usia dia yang masih sangat kecil.

Lahir di Añora, Cordoba, pada tahun 1946, Marcos Rodríguez Pantoja kehilangan ibunya ketika dia baru berusia tiga tahun dan segera setelah itu, ayahnya meninggalkan dia untuk tinggal bersama wanita lain di kota tetangga.

Sebagai seorang anak laki-laki, dia dibawa ke gunung untuk menggantikan seorang penggembala tua dan memelihara 300 domba. Dia ingat bahwa lelaki tua itu mengajarinya untuk membuat api dan menggunakan berbagai perkakas, tetapi pada tahun 1954, ketika Marcos bahkan belum berusia delapan tahun, si penggembala mati dan itu membuat dirinya hidup sendirian.

Tidak jelas bagaimana Marcos hidup dengan serigala liar di gunung, tetapi ketika Garda Sipil menemukannya, 12 tahun kemudian, dia sudah mengganti kata-kata yang diucapkan dengan bunyi-bunyian seperti binatang.

Setelah kejadian itu, dia dibawa kembali ke perkampungan manusia, tetapi dia tidak pernah benar-benar bisa menyesuaikan diri dengan kehidupan di antara manusia. Pada satu titik, ia bahkan mencoba kembali untuk hidup bersama serigala, tetapi "itu tidak sama lagi", serigala tidak lagi melihatnya sebagai saudara laki-lakinya.

"Anda dapat mengatakan bahwa mereka ada di sana, Anda mendengar mereka terengah-engah, itu membuat Anda merinding ... tetapi tidak mudah untuk melihat mereka," Marcos baru-baru ini memberi tahu El Pais. “Ada serigala dan jika saya memanggil mereka, mereka akan merespon, tetapi mereka kini tidak lagi mengenali saya. Saya berbau seperti orang, saya memakai cologne,” sambungnya.

Marcos mengatakan bahwa kehidupannya bersama serigala adalah kenangan hidup yang cukup indah. Sampai ada satu keluarga yang mau menerimanya untuk kembali beradaptasi dengan perilaku manusia. Marcos juga menceritakan bahwa kenangan indah itu sepertinya tidak akan pernah dia lupakan.

(Baca Juga: 5 Foto Sebelum Tragedi Mengerikan yang Tak Sengaja Tertangkap Kamera)

Beberapa memori yang masih dia ingat adalah betapa menyenangkannya bertahan hidup di alam liar, serunya berburu buah beri dan jamur yang aman untuk dimakan, atau dia juga masih ingat pernah tidur di gua, di antara kelelawar, ular, dan rusa, dan berlari tanpa alas kaki di medan kasar tanpa peduli apapun.

"Saya hanya membungkus kaki saya ketika kakiku sakit karena dinginnya salju," ingatnya. "Aku punya kapalan besar di kakiku akibat rutin menendang batu seperti menendang bola," singkatnya.

Marcos saat ini tinggal di desa Rante, di provinsi Ourense di Galicia. Musim dingin yang lalu menjadi sulit baginya, karena dia tidak mampu membeli peralatan pemanas untuk pensiunnya yang kecil. Untungnya, anggota kelompok lingkungan Amig@s das Arbores mengumpulkan uang untuk melindungi rumahnya dan membelikannya pellet boiler untuk musim dingin berikutnya.

Terlepas dari kekecewaannya terhadap kehidupan di antara manusia, Marcos Rodríguez Pantoja senang bahwa setidaknya beberapa tetangganya menerima dia sebagai “salah satu dari mereka.

” Dia juga suka berbicara dengan anak-anak tentang cintanya pada hewan dan pentingnya melindungi lingkungan dan Amig@s das Arbores sering mengundangnya untuk berbicara di sekolah-sekolah di wilayahnya. Anak-anak rupanya adalah manusia yang paling nyaman bagi Rodríguez.

(Baca Juga: Belum Ada Kulkas, Begini Cara Mengawetkan Makanan di Zaman Purba)

“Sungguh menakjubkan bagaimana dia memuliakan anak-anak dengan pengalaman hidupnya,” kata petugas hutan Xosé Santos, seorang anggota Amig@s das Arbores.

Marcos Rodríguez Pantoja adalah salah satu dari segelintir kasus manusia yang tercatat dibesarkan oleh hewan, jauh dari peradaban. Dia telah menjadi subyek berbagai studi antropologi, buku-buku, dan dokumenter.

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini