nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

3 Strategi Pemerintah Kenalkan Makanan Indonesia ke Tingkat Internasional

Tiara Putri, Jurnalis · Senin 09 April 2018 21:02 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 04 09 298 1884339 3-strategi-pemerintah-kenalkan-makanan-indonesia-ke-tingkat-internasional-yrjEUSaf7x.jpg Rendang kuliner khas Indonesia yang telah mendunia (Foto: Amazin Grace)

INDONESIA terkenal akan keberagamannya termasuk soal makanan. Bisa dikatakan hampir setiap daerah memiliki makanan khas yang bisa dibanggakan. Akan tetapi, ketika berbicara mengenai pengenalan makanan Tanah Air ke kancah internasional, keberagaman itu menjadi salah satu hambatan. Alasannya karena terlalu banyak makanan membuat masyarakat termasuk pemerintah merasa kebingungan.

“Kita nih terlalu banyak makanan, resep saja ada lima ribu lebih. Saking banyaknya, saking berbeda-bedanya kita sendiri aja jadi bingung mau naikin yang mana. Semua orang berkelahi, ada yang bilang soto lah, ada yang bilang rendang, ada yang bilang ini,” ungkap Ketua Akademi Gastronomi Indonesia, Vita Datau saat ditemui dalam sebuah acara, Senin (9/4/2018).

Dijelaskan oleh Vita jika negara lain memiliki locomotive food yang bisa ‘dijual’. Sebagai contoh, Thailand terkenal dengan tom yum, Jepang terkenal dengan sushi, dan Malaysia terkenal dengan nasi lemaknya. “Dulu kita pernah punya 30 macam ikon kuliner, ribut dimana-mana. Tapi kini Bekraf sudah fokus di soto, walaupun soto ada 72 macam,” tambahnya.

Menurut Vita, makanan Indonesia sudah diapresiasi oleh masyarakat internasional. Buktinya berdasarkan sebuah survei dikatakan bila makanan terenak adalah rendang. Selain itu banyak chef dan restoran yang menyuguhkan makanan lokal sudah menerima penghargaan. Hal ini membuktikan bila orang luar sudah penasaran ingin mencoba kuliner khas Indonesia. “Tapi memang kita tidak boleh banyak memperkenalkan, orang susah mengingatnya,”ucapnya.

Lebih lanjut Vita mengatakan bila ada tiga kementerian yang bertanggung jawab terhadap urusan kuliner yaitu Bekraf, Kementerian Pariwisata, serta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. “Nah saat ini Kementerian Pariwisata sudah memiliki tiga strategi untuk memperkenalkan kuliner Indonesia. Satu locomotive food, harus ada,” terangnya.

Untuk menghindari kemungkinan diprotes masyarakat adalah mencari yang paling populer antara lain rendang, nasi goreng, sate, soto, dan gado-gado. “Kalau banyak makanan maka menjual banyak destinasi. Hanya saja enggak boleh terlalu banyak cukup lima,” kata Vita.

Strategi kedua adalah menentukan destinasi wisata kuliner. Saat ini Bali, Joglo Semar, dan Bandung sudah ditetapkan menjadi destinasinya. Strategi ketiga adalah berpartner dengan restoran-restoran Indonesia di seluruh dunia. “Mereka sudah bekerja keras tapi belum diapresiasi. Dengan berpartner akan mempromosikan makanan-makanan Indonesia,” pungkas Vita.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini