nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menkes Fokus Manfaat dan Keselamatan Pasien Terapi Cuci Otak

Agregasi Antara, Jurnalis · Selasa 10 April 2018 19:15 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 04 10 481 1884795 menkes-fokus-manfaat-dan-keselamatan-pasien-terapi-cuci-otak-UtvdX6HSgC.jpg Menkes Nila F Moeloek (Foto: Antara)

JAKARTA - Menteri Kesehatan Nila F Moeloek menyatakan pemerintah fokus pada kebutuhan, manfaat, dan keselamatan pasien dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, menyusul PB Ikatan Dokter Indonesia meminta penilaian Kemenkes terkait terapi cuci otak untuk penyakit stroke.

"Dalam mencari solusi terbaik atas kasus ini, Kemenkes berpegang pada peningkatan akses dan mutu pelayanan kesehatan yang berfokus pada pasien yang mengutamakan kebutuhan, manfaat dan keselamatan pasien," kata Menkes Nila dalam pernyataan tertulis di Jakarta, Selasa (10/4/2018).

Metode terapi cuci otak melalui Digital Substraction Angiography (DSA) dengan obat heparin yang dilakukan oleh dr Terawan Agus Putranto sempat menjadi perdebatan mengenai kelayakan tindakan medis tersebut mengingat para ahli mengatakan metode tersebut tidak berlandaskan bukti ilmiah yang kuat.

PB IDI menunda melaksanakan rekomendasi putusan dari Majelis Kehormaran Etik Kedokteran IDI dengan memberikan sanksi pemecatan sementara selama satu tahun dan pencabutan rekomendasi izin praktik lantaran dr Terawan diduga melanggar etika kedokteran.

Sejalan dengan pernyataan tersebut, PB IDI mendorong tim Health Technology Assesment (HTA) Kementerian Kesehatan untuk menilai apakah metode cuci otak yang dilakukan oleh dr Terawan sudah sesuai prosesur atau belum.

(Baca Juga: Chef Ini Sebut Masa Depan Kue Artis di Ujung Tanduk, Kenapa?)

Namun Kemenkes menunggu penjelasan lengkap secara resmi melalui surat atau secara langsung atas rekomendasi hasil rapat PB IDI tanggal 8 April 2018 lalu terkait keputusan mengenai kasus dr Terawan guna mendapatkan informasi yang lebih jelas.

Menkes menjelaskan bahwa Komite Penilaian Teknologi Kesehatan (Health Technology Assestment/HTA) Kemenkes bertugas melakukan kajian dan penilaian teknologi kesehatan terkait program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dalam rangka kendali mutu dan kendali biaya menghadapi universal health coverage (UHC).

(Baca Juga: 5 Tradisi Pernikahan Paling Gila dari Suku-Suku Dunia, Ritual Minum Sperma Salah Satunya!)

Kemenkes bersama pemangku kepentingan terkait segera mencari solusi terbaik atas terapi melalui Digital Substraction Angiography (DSA) atau yang lebih dikenal dengan cuci otak.

Menteri Kesehatan Nila Moeloek mengatakan Kementerian Kesehatan dengan seksama dan hati-hati mencermati masalah dan menelaah solusi pada kasus dokter Terawan.

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini