nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gara-Gara Jadi Pengiring Pengantin 2 Hari Berturut-turut, Perempuan di China Harus Rela Kakinya Diamputasi

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 11 April 2018 12:23 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 04 11 196 1885054 gara-gara-jadi-pengiring-pengantin-2-hari-berturut-turut-perempuan-di-china-harus-rela-kakinya-diamputasi-FrOfs9HTVE.jpg Kaki Perempuan Ini Diamputasi Setelah Jadi Pengiring Pengantin (Foto: Thecoverage)

ADA budaya di Indonesia, jika salah satu saudara atau teman dekat menikah, maka Anda diminta untuk menjadi pengiring pengantinnya. Bahkan, tak jarang jadi pager ayu atau pager bagusnya.

Nah, menjadi pengiring pengantin bukan hal yang sederhana juga. Anda tetap harus memperhatikan kesehatan dan yang paling dikhawatirkan adalah kaki pegel karena harus bersama dengan sang pengantin.

Rekomendasi Baca:

Terkait dengan letihnya jadi pengiring pengantin, wanita muda dari Wenzhou, Sichuan, Cina baru-baru ini harus mengamputasi kakinya setelah dia menghadiri pernikahan selama dua hari berturut-turut dan merasa tidak sehat.

Min Wenqing yang berusia 24 tahun diketahui menjadi pengiring pengantin untuk upacara pernikahan dan pada hari berikutnya dia pun ditugaskan untuk jadi pengiring pengantin lagi. Bedanya, di hari kedua Min sedang tidak enak badan, karena keletihan di hari pertama. Dia beranggapan bahwa sakitnya itu karena keletihan perayaan pertama dan merasa tidak enak karena tidak cukup istirahat.

Singkat cerita, di hari kedua, tiba-tiba saja Min pingsan. Setelah itu, dia langsung dilarikan ke salah satu dokter di desanya tetapi dia hanya diberi obat untuk flu karena tidak ada gejala yang terlihat.

Namun, kondisinya memburuk keesokan harinya bahkan setelah dia minum obat. Kali ini, dia mengalami muntah hebat dan keluarganya mengirimnya ke rumah sakit terdekat untuk perawatan karena mereka khawatir. Para dokter di sana mendiagnosisnya dengan sembilan kondisi medis, termasuk miokarditis fulminan, sepsis, infeksi usus, dan disfungsi organ multipel.

Masalahnya tidak berhenti di sana. Min tiba-tiba mengalami serangan jantung selama 15 menit di rumah sakit dan staf medis bergegas menyelamatkan nyawanya. Untungnya, staf medis berhasil menyadarkannya dan menyelamatkan hidupnya, namun kondisinya terus memburuk.

Min kemudian dipindahkan ke rumah sakit lain untuk perawatan lebih lanjut dan para dokter di sana menemukan bahwa dia mengalami infeksi berat di kaki kanannya. Bakteri dari infeksi telah masuk melalui nekrosis iskemik di tungkai bawah kanannya dan telah menempatkan hidupnya dalam bahaya.

Setelah berkonsultasi dengan hati-hati, para dokter memutuskan bahwa tindakan terbaik adalah mengamputasi betis kanannya sehingga mereka dapat menyelamatkan hidupnya. Operasi itu kemudian dilakukan dan kondisi Min telah stabil dan tidak ada infeksi baru lainnya yang terjadi. Sayangnya, tidak disebutkan bagaimana dia mendapat infeksi di tempat pertama.

Dikabarkan, para keluarganya hanya bisa berdoa untuk kesembuhannya dan yang lain diminta untuk lebih waspada terhadap kesehatan mereka sendiri.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini