nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tiga Pintu Masuk Wisman ke Indonesia, Bali Masih di Urutan Pertama

Agregasi Antara, Jurnalis · Rabu 11 April 2018 13:46 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 04 11 406 1885105 tiga-pintu-masuk-wisman-ke-indonesia-bali-masih-di-urutan-pertama-rDTDs1mBXp.jpg Bandara Ngurah Rai (Foto: Antara)

TIGA daerah yakni Bali, Batam dan Jakarta, menjadi pintu masuk utama wisatawan mancanegara ke Indonesia yaitu mencapai 80 persen dari total wisman.

"Tiga daerah menjadi pintu masuk terbesar wisman ke Indonesia, ditargetkan jumlah kunjungan wisman ke Indonesia mencapai 20 juta pada 2019," ujar Staf Khusus Menteri Pariwisata Judi Rifanjantoro di Biak, Rabu (11/4/2018).

Ia mengakui peningkatan kunjungan wisman ke berbagai wilayah di Indonesia perlu digenjot dengan menggandeng berbagai pelaku usaha pariwisata.

Di antara pelaku usaha pariwisata itu, lanjut Rifanjantoro, seperti asosiasi pengusaha travel, perusahaan penyedia jasa penerbangan, pemerintah daerah, pelaku pariwisata serta perusahaan badan usaha milik negara serta institusi TNI/Polri.

Judi mengatakan dalam membangun sebuah destinasi wisata harus memperhatikan 3A yaitu atraksi, akses dan amenitas.

"Meningkatkan kunjungan wisman ke suatu daerah di Indonesia perlu kolaborasi bersama dan saling mendukung sehingga target kunjungan wisman ke Indonesia sebanyak 20 juta orang dapat terwujud," katanya.

Rifanjatoro berharap Program Collaborative Destination Development (DDC) yang digagas manajemen Bandara Frans Kaisiepo PT Angkasa Pura 1 Biak dapat menjadi model dalam mendorong peningkatan sektor pariwisata daerah.

Kementerian Pariwisata, menurut Rifanjantoro, sangat mendukung kegiatan CDD yang dilakukan PT Angkasa Pura 1 Cabang Biak Numfor karena menjadi sarana diskusi dan bertukar informasi dalam memajukan pariwisata daerah.

"Tanah Papua sudah dikenal mempunyai beragam potensi pariwisata budaya dan alam yang masih alami sehingga perlu dikembangkan menjadi destinasi daya tarik wisatawan," ungkapnya.

Rifanjantoro mengakui Biak yang memiliki fasilitas bandara yang panjang dan lebar dapat dikembangkan sebagai pintu masuk pariwisata ke wilayah Papua. "Kunjungan pariwisata ke daerah akan meningkat jika telah dibuatkan kalender kegiatan tetap tahunan program pariwisata daerah," harap Rifanjatoro.

(Baca Juga: 5 Tradisi Pernikahan Paling Gila dari Suku-Suku Dunia, Ritual Minum Sperma Salah Satunya!)

Sementara itu, Pelaksana Harian Bupati Biak Markus Oktivianus Mansnembra menyatakan pariwisata daerah Biak Numfor berpotensi menjadi tempat destinasi wisata baru karena keindahan pulaunya sama dengan Raja Ampat.

"Kolaborasi kegiatan CDD PT Angkasa Pura 1 Biak perlu kita dukung bersama sebagai upaya menjadikan Biak destinasi wisata baru di Papua," harapnya.

Pelaksanaan CCD Bandara Frans Kaisiepo Biak berlangsung di Hotel Asana Biak dibuka Direktur Pemasaran dan Pelayanan PT Angkasa Pura 1 Devy Suradji.

Pemerintah menarget kunjungan wisman secara nasional sebanyak 20 juta. Sementara untuk Papua ditargetkan sebanyak 1,3 juta wisatawan nusantara dan mancanegara.

(Baca Juga: 5 Tradisi Seksual Paling Mencengangkan Dunia, Masturbasi Massal di Sungai Nil Salah Satunya!)

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini