Stop Konsumsi Miras Oplosan, Risikonya Buta hingga Kehilangan Nyawa

Agregasi Antara, Jurnalis · Rabu 11 April 2018 14:43 WIB
https: img.okezone.com content 2018 04 11 481 1885144 stop-konsumsi-miras-oplosan-risikonya-buta-hingga-kehilangan-nyawa-H91BkCzvoQ.jpg

MENENGGAK minuman keras oplosan secara medis menyebabkan kerusakan fungsi syaraf secara irreversibel atau tidak bisa dikembalikan seperti semula.

"Artinya, misalnya sudah minum oplosan, buta, maka akan buta permanen selama hidup. Kalau kenanya di otak, ya tidak akan berfungsi salah satu syaraf di otak. Kalau keracunannya lebih hebat, ya meninggal," ujar psikiater Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (Unpad) Teddy Hidayat saat dihubungi melalui telepon seluler, Rabu (11/4/2018).

Belakangan publik dibuat tercengang dengan kasus miras oplosan yang mengakibatkan 82 nyawa melayang di beberapa wilayah di Jakarta dan Jawa Barat. Di Jabar yakni di Kabupaten Bandung dan Sukabumi, tercatat 51 orang meninggal dunia dan masih ada 82 orang lainnya yang dirawat. Sementara di Jakarta ada 31 orang tewas.

Menurut Teddy, biasanya alkohol yang terkandung dalam minuman keras berjenis etanol. Etanol ini biasa digunakan dalam campuran minuman beralkohol murni. Namun dia menduga miras oplosan di Cicalengka mengandung alkohol jenis metanol.

Kata Teddy, metanol inilah yang menyebabkan kerusakan fungsi syaraf apabila dikonsumsi dan masuk ke dalam tubuh manusia.

"Nah yang kamarin dicampur itu dengan segala macem dan mungkin menggunakan alkohol yang murah biasanya memunculkan metanol. Metanol itu, apabila masuk dikonsumsi maka akan menimbulkan keracunan," kata dia.

Teddy menjelaskan, nekatnya masyarakat menenggak minuman keras oplosan didasarkan pada beberapa faktor yang disebut sebagai perilaku berisiko. Perilaku berisiko ini sebetulnya sudah diketahui masyarakat bahwa meminum miras oplosan tentu sangat berbahaya bagi kesehatannya.

Meski merupakan perilaku berisiko, mereka seolah menginginkan sebuah pengakuan atau mencari sensasi atas dirinya, tanpa memedulikan nyawa.

Menurut dia, masalah miras oplosan bukanlah barang baru namun sudah ada sejak dulu dan sama-sama menimbulkan jatuhnya korban jiwa. Kasus miras oplosan ini akan baru menjadi perhatian serius para pemangku kebijakan setelah muncul korban.

(Baca Juga: 5 Tradisi Seksual Paling Mencengangkan Dunia, Masturbasi Massal di Sungai Nil Salah Satunya!)

"Cuma memang kita tak pernah berupaya belajar dari peristiwa tadi untuk mencegahnya saya pikir," kata dia.

Barang Bukti Miras Oplosan

Untuk memutus rantai itu, dia menyarankan mengubah cara pandang masyarakat akan perilaku berisiko ini. Setelah teredukasi, maka langkah selanjutnya dengan melakukan penertiban terhadap penjual miras tanpa izin disamping pengawasan ketat dari aparat setempat.

(Baca Juga: 5 Tradisi Pernikahan Paling Gila dari Suku-Suku Dunia, Ritual Minum Sperma Salah Satunya!)

"Jadi yang melatarbelakangi kenapa dia meminum ini yang harus ditanggulangi, penyebabnya ini yang harus ditanggulangi. Bukan akibat dari perilaku berisiko sudah minum baru ditanggulangi minumnya, ya terlambat," kata dia.

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini