nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cegah Penyakit Tidak Menular, Hindari Gaya Hidup Sendentari dengan Rutin Aktivitas Fisik

Vessy Frizona, Jurnalis · Rabu 11 April 2018 19:40 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 04 11 481 1885318 cegah-penyakit-tidak-menular-hindari-gaya-hidup-sendentari-dengan-rutin-aktivitas-fisik-RfvO8zLpz9.jpg Ilustrasi (Foto: Besttrainer)

GAYA hidup sendentari menjadi isu penting di Indonesia maupun seluruh dunia. Sendentari telah terbukti menjadi faktor penyebab meningkatnya penyakit tidak menular (PTM) yang mengakibatkan masyarakat Indonesia memiliki kehidupan yang lebih buruk.

Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 dari Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa 24,1 % penduduk Indonesia menjalani perilaku sendentari lebih dari 6 jam perhari. Dengan seperempat masyarakat Indonesia menjalani gaya hidup sendentari, risiko terjadinya penyakit tidak menular pun neningkat. Saat ini penyebab kematian tertinggi di Indonesia dan dunia termasuk di antaranya adalah penyakit tidak menular, seperti stroke, penyakit jantung, dan diabetes mellitus.

Secara global kurangnya aktivitas fisik diestimasikan menimbulkan biaya pelayanan kesehatan dalam setahun hingga sebesar INT USD 54 miliar, di mana 57 % ditanggung oleh sektor publik dan tambahan USD 14 miliar menyebabkan hilangnya produktivitas.

Baca Juga: Sadar Pentingnya Sarapan Sehat, Hamish Daud dan Raisa Pilih Menu Ini

Oleh sebab itu, untuk melawan gaya hidup sendentari, disarankan untuk melakukan latihan fisik minimal 30 menit sehari setidaknya tiga kali dalam seminggu atau total 2,5 jam perminggu. Latihan fisik dapat dilakukan di mana pun dalam keseharian kita, termasuk di rumah secara sederhana.

Dr. Ade Jeane L. Tobing, SpKO, dokter spesialis kedokteran olahraga dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga menjelaskan, tulang, sendi, dan otot bekerja sama untuk mendukung setiap gerakan yang kita lakukan setiap hari.

"Tulang adalah jaringan hidup yang mengalami perusakan dan pembentukan (remodeling), latihan fisik dengan pembebanan (weight bearing exercise) menyebabkan jaringan tulang baru terbentuk sehingga membuat tulang lebih kuat dan padat. Aktivitas fisik semacam ini juga membuat sendi lebih fleksibel dan otot lebih kuat. Tulang, sendi, dan otot menjadi lebih kuat ketika otot mendorong dan menarik tulang selama latihan fisik," kata dokter Ade ketika ditemui Okezone dalam Talkshow #kitabisalebi persembahan Anlene, Rabu (11/4/2018) di Jakarta Pusat.

Baca Juga: Pulang Kerja Enaknya Santap 3 Menu Makan Malam Spesial Ini

Ia pun menyebut beberapa aktivitas sederhana yang bisa dilakukan agar tulang, sendi dan otot terus bergerak. Misalnya dengan melakukan latihan di kursi ruang makan atau jogging memutari halaman untuk cardiorespiratory fitness, atau stretching menggunakan sapu dan bahkan melakukan gerakan strengthening dengan handuk setelah mandi.

"Aktivitas fisik tersebut dapat dilengkapi dengan olahraga teratur seperti aerobik, yoga, atau pilates yang membantu kesehatan tulang, sendi, dan otot. Untuk diketahui, latihan fisik idealnya mewakili tiga kategori, yaitu cardiorespiratory fitness, stretching, dan strengthening," tambahnya.

Menjadi aktif merupakan cara untuk menjaga mobilitas hidup, yang bermanfaat menguatkan dan memadatkan tulang, meningkatkan sistem protein otot, dan baik untuk kesehatan sendi.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini