Parental Time Pengaruhi Kesuksesan Anak di Masa Depan

Tiara Putri, Jurnalis · Kamis 12 April 2018 17:02 WIB
https: img.okezone.com content 2018 04 12 196 1885767 parental-time-pengaruhi-kesuksesan-anak-di-masa-depan-otou52KPJp.jpg Ilustrasi (Foto: Huffpost)

KESIBUKAN orangtua bekerja mungkin memang mengurangi waktu mereka untuk bertemu maupun bermain dengan anak. Walau begitu bukan berarti orangtua tidak bisa memiliki waktu yang berkualitas. Sebab ternyata waktu berkualitas lah yang dibutuhkan anak untuk tumbuh kembangnya.

Hal itu dituturkan oleh psikolog anak dan keluarga, Anna Surti Ariani, S.Psi., M.Si, saat ditemui dalam sebuah acara, Kamis (12/4/2018) di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.

“Ada jurnal tahun 2015, 2017 mengenai waktu untuk anak yang mengatakan sebenarnya waktunya (antara orangtua bekerja dan orangtua di rumah) enggak beda-beda amat. Tapi justru mereka yang memiliki waktu sempit terpacu menjadikan momennya (dengan anak) lebih berkualitas karena mereka sadar waktunya tidak banyak,” ucapnya.

 (Baca Juga: Danny O'Donoghue 'The Script' saat Pakai Batik Megamendung, Intip Foto-Fotonya)

Waktu yang sedikit bisa dimanfaatkan untuk kegiatan berkualitas seperti saling bercerita, jalan-jalan bersama, bermain bersama, berpelukan, maupun hanya sekadar saling menatap. Sebisa mungkin orangtua harus memaksimalkan waktu yang dimiliki untuk anak dan jangan terganggu oleh gawai. Tak bisa dipungkiri kemajuan teknologi sekarang ini membuat semua orang mulai dari anak-anak hingga orangtua asyik dengan gawainya.

“Orangtua harus punya momen berkualitas yang baik dengan anak karena tumbuh kembang fisik dan psikologisnya bisa menjadi lebih baik. Hal itu akan menghantarkan anak pada kesuksesan. Jangan terlalu sibuk dengan gadgetnya sendiri, tapi punya momen berkualitas dengan anak,” tegas Anna.

Membangun waktu berkualitas dengan anak dikenal juga dengan istilah parental time. Penelitian 2017 lalu yang dilakukan oleh Havermans, N., Sodermans, A.K., dan Matthijs, K. menyatakan jika waktu berkualitas akan semakin mempererat hubungan anak dan orangtua serta meningkatkan prestasi anak di sekolah.

  (Baca Juga: Tak Punya Waktu untuk Anak? Begini Solusi Terbaiknya!)

Di lain sisi, Anna menambahkan jika ada begitu banyak karakter positif yang tumbuh di dalam diri anak saat memiliki waktu berkualitas dengan orangtuanya. Karakter positif itu antara lain keberanian, self discipline, kepedulian, kemampuan mengontrol emosi, dan kemampuan bersosialisasi dengan orang lain.

“Anak menjadi berani untuk mengambil langkah tertentu. Selain itu, disiplin diri membuat anak punya keteraturan tertentu. Bila dipupuk sejak kecil membantu anak mendapatkan kesuksesan nantinya. Contoh ketika kuliah disiplin diri membuat dia mengatur waktu agar mengerjakan tugas tidak terlalu lama dan berlanjut hingga bekerja, bagaimana dia mengikuti aturan di kantor,” jelas Anna.

Sementara itu, mengenai pengasuhan anak Anna juga mengingatkan pentingnya mengasuh anak secara bersama-sama, antara ibu dan ayah. Keduanya bisa saling melengkapi dalam cara pengasuhan karena masing-masing pihak memiliki perbedaan cara.

“Biasanya perbedaan yang terjadi ibu cenderung mengasuh untuk mendisiplinkan anak, sementara yang dilakukan ayah dan anak lebih ceria, main di lapangan, atau ketawa, atau sesuatu yang lebih berisiko. Namun memang ada momen tertentu ibu lebih dibutuhkan oleh anak dibanding ayah. Contohnya pada saat anak sedang sedih,” pungkas Anna.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini