nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jangan Bangga, Multitasking Justru Bisa Bikin Otak Ngebul!

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 12 April 2018 18:00 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 04 12 481 1885801 jangan-bangga-multitasking-justru-bisa-bikin-otak-ngebul-DOtOBhRkZO.jpg Ilustrasi (Foto: Rmmagazine)

MASYARAKAT sekarang dituntut untuk bekerja cepat. Tidak hanya cepat, mereka yang bisa mengerjakan pekerjaan sekaligus banyak akan dianggap orang yang hebat.

Sebut saja modern mom yang Anda tahu kebanyakan dari mereka tidak hanya mengurus anak, tetapi juga memiliki pekerjaan yang cukup menyita waktu. Selain itu, modern mom juga tetap dituntut untuk bisa melayani suami dan pastinya sempat untuk mengurus tubuhnya sendiri. Ribet bukan?

Tapi, siapa sangka jika hal keren seperti itu ternyata memiliki dampak yang kurang baik untuk fungsi otak!

Seperti yang dijelaskan Dokter Spesialis Saraf RS Pondok Indah - Bintaro Jaya dr. Gea Pandhita, M.Kes, Sp.S, mereka yang memiliki kebiasaan multitasking itu berisiko memiliki gangguan pada memori. "Ini terjadi karena otak mereka dipaksa untuk terus bergerak dan tidak membiarkan otak fokus pada satu hal. Kalau sudah begini, mereka lebih rentan terhadap masalah mild cognitive impairment (MCI) atau pra-demensia," ungkap dr. Gea, Kamis (12/4/2018).

dr. Gea menyarankan, daripada Anda terlalu sibuk dengan banyak pekerjaan dalam sekali waktu, ada baiknya menyelesaikan satu per satu pemasalahan. Kebiasaan ini malah akan membuat otak Anda berfungsi lebih baik dan kualitas otaknya pun akan membaik.

Baca Juga: Bukannya Cantik, Tampilan Wanita Ini Malah Mirip Hantu Ibu 'Pemuja Setan' di Bridal Showernya

Lebih lanjut lagi terkait dengan MCI itu, dr. Gea menuturkan ada beberapa hal yang bisa menunjukan gejala pra-demensia yang mudah menyerang mereka yang multitasking.

Gejala pertama adalah orang tersebut sering bercerita dan bertanya hal yang sama dalam jangka waktu yang pendek. "Ini salah satu gejala yang paling kuat mengidentifikasi masalah pra-demensia," singkat dr. Gea.

Lalu, gejala berikutnya adalah kehilangan hobi. Jadi, ketika Anda mengetahui ada pihak keluarga yang tadinya sangat aktif dan tiba-tiba dia mengurung diri atau tidak punya ketertarikan lagi pada hobinya, hal itu bisa jadi gejala berikutnya.

Baca Juga: Ini Foto-Foto saat Transgender Thailand Ikut Wajib Militer, Duh Kulitnya Bikin Iri!

Mereka yang multitasking juga berisiko kehilangan kemampuan dalam menilai sesuatu. Hal sesederhana ini saja sudah tidak bisa dilakukannya. Yaitu, tidak bisa menilai apakah pakaian yang dia kenakan match atau tidak.

Kemudian, masalah lain yang bisa terjadi adalah menarik diri dari komunitas. Ini terjadi karena fokus dirinya sudah sangat sulit, sehingga dia mengalami kesulitan dalam mengatur kehidupannya sendiri. Hal semacam ini tentunya akan memengaruhi sosialisasi dirinya di masyarakat.

"Jadi, sebaiknya memang tidak membiasakan diri untuk terlalu sibuk atau multitasking. Sebab, dengan kebiasaan tersebut bisa membuat kemampuan otak Anda bermasalah," tegas dr. Gea.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini