Image

Cerita Perjuangan Rustono "King of Tempe", yang Bikin Tempe Go Internasional

Pradita Ananda, Jurnalis · Jum'at 13 April 2018 13:10 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 04 13 298 1886176 cerita-perjuangan-rustono-king-of-tempe-yang-bikin-tempe-go-internasional-DeHLvRplj4.jpg Raja Tempe Rustono (Foto: Wordpress)

TEMPE merupakan salah satu makanan khas Indonesia yang menjadi favorit hampir setiap masyarakatnya. Panganan yang berbahan dasar kacang kedelai ini bisa diolah menjadi masakan apa saja.

Rasanya yang hambar, membuat tempe bisa diolah menjadi masakan apa saja. Tidak hanya enak, tempe juga kaya akan mineral yang bermanfaat bagi tubuh manusia

Seiring dengan berjalannya waktu, tempe pun kini tidak hanya populer di kalangan masyarakat Indonesia saja. Tapi, tempe pun perlahan dikenal oleh masyarakat luar negeri berkat kepiawaian warga Indonesia yang menginginkan tempe menjadi go international.

Hasil gambar untuk rustono tempeh

Salah satu orangnya ialah Rustono, pria berdarah Jawa ini telah melakukan hal yang membanggakan Indonesia di kancah dunia, khususnya Jepang. Bagaimana tidak, Rustono telah membuat tempe menjadi populer di Jepang.

Melansir dari laman Projecting, Kamis (12/4/2018), awalnya Rustono pindah ke Jepang bersama istrinya yang bernama Tsuruko Kuzumoto pada 1997. Setelah bekerja selama tujuh tahun di sebuah hotel, Rustono pun memiliki keinginan untuk membuat usaha sendiri, hingga singkat cerita ia menemukan ide membangun pabrik tempe, karena di Negeri Sakura tersebut cukup sulit ditemukan tempe.

Di sisi lain, penduduk Jepang menyukai produk makanan yang difermentasi dan tempe merupakan yang termasuk dalam makanan yang diproses dengan fermentasi itu. Sebelum menjadi seterkenal sekarang, Rustono dan pabrik tempenya di Jepang, ia pernah sengaja bekerja di pabrik-pabrik selama tiga tahun untuk mempelajari cara memproduksi makanan fermentasi yang berkualitas, etika bekerja orang Jepang, dan standar kebersihan makanan.

“Bekerja paruh waktu di pabrik-pabrik itu adalah bagian dari rencana bisnis saya. Saya mencari pekerjaan yang berhubungan dengan makanan, sehingga saya bisa belajar tentang etika kerja Jepang, produk berkualitas, dan standar kebersihan makanannya,” ucap Rustono.

Meskipun sempat menemui kesulitan dalam mendapatkan izin usaha bagi warga negara asing, tapi Rustono tidak berkecil hati, ia terus mencoba dan menantang dirinya sendiri hingga mendapatkan izin usaha. Izin tersebut tentu menjadi tiketnya agar bisa mengenalkan tempe tidak hanya di Jepang saja, tapi juga di seluruh dunia.

Tempe yang ia produksi di Jepang memiliki cerita yang cukup panjang. Pasalnya, setelah empat bulan merasakan trial and error, Rustono kembali ke Indonesia untuk belajar membuat tempe secara tradisional. Tiga bulan lamanya ia mencari tahu tentang pembuatan tempe di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Sekira 60 pabrik tempe ia kunjungi, yang masing-masing berada di Semarang, Yogyakarta, Solo, dan Malang. Saat kembali ke Jepang, ia kembali membuat tempe sendiri. Setelah berhasil membuat tempe yang menurutnya sempurna dan diberi nama Tempe Rusto, Rustono pun menjualnya pada orang-orang Indonesia yang tinggal di Kyoto.

Melalui pemasaran dari mulut ke mulut, Tempe Rusto pun cepat menyebar ke seluruh masyarakat. Pada 2000 Rustono mendapatkan izin pabrik tempenya. Ia pun semakin semangat dan ingin menjual tempenya ke semua provinsi di Jepang.

Pabrik tempe Rustono akhirnya bisa memproduksi sekira 16 ribu tempe perminggu dan telah melakukan kerjasama dengan petani kedelai di Nagahama dan Shiga. Kini Rustono dijuluki Raja tempe oleh penduduk Jepang yang telah merasakan lezat dan bergizi Tempe Rusto.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini