nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pentingnya Calon Pasutri Lakukan Tes Kesehatan Pranikah

Dewi Kania, Jurnalis · Sabtu 14 April 2018 11:00 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 04 13 481 1886129 pentingnya-calon-pasutri-lakukan-tes-kesehatan-pranikah-SnJKsirWlZ.jpg Ilustrasi (Foto: Netdoctor)

ADA benarnya bahwa pasangan harus melihat bibit, bebet dan bobot sebelum menikah. Istilah itu bisa dikaitkan dengan genetik, demi mendapatkan keturunan baik setelah menikah.

Tren tes genetik pra-nikah nampaknya mulai dilakukan oleh pasangan yang hendak menikah di zaman milenial. Dokter menyarankan hal baik ini supaya tidak mengecewakan kelak.

Sebelum mengucap akad nikah atau janji suci, pasangan mengikuti sejumlah kegiatan sebagai bekal untuk membangun rumah tangga. Ditambah dengan tes genetik sebelum pasangan mengikat tali pernikahan.

Nah, kira-kira seberapa penting pasangan harus melakukan tea genetik sebelum menikah? Dijelaskan para ahli, manfaat ketika pasangan melakukan tes pra-nikah yakni membantu mencegah penularan penyakit ke keturunan mereka. Selain itu, bill terdeteksi positif penyakit kronis, Anda bisa mengambil langkah pencegahan yang nanti bakal dialami oleh anak-anaknya.

Beberapa tes pra-nikah yang wajib dilakukan itu meliputi, tes HIV, tes genetik, tes kompabitilas darah, tes kesuburan, hingga deteksi dini penyakit kronis. Saat ini, Anda berdua diharuskan untuk menjalankan tes itu agar kualitas keturunan menjadi lebih baik.

Tapi menurut pandangan para ahli pernikahan di sisi lain bukanlah keputusan yang harus dibuat berdasarkan tes. Anda berdua harus berkomitmen dan berkomunikasi dengan baik, dalam melakukan pencegahan penyakit.

Sementara itu, tes genetik pra-nikah mungkin diperlukan jika pasangan berasal dari keluarga berhubungan langsung dengan turunan penyakit serius. Paling penting lagi yakni adanya tes kesuburan, yang menentukan apakah pasangan bisa hamil atau tidak.

Selain itu, tes genetik penting untuk mengetahui apakah pasangan punya keturunan thalasemia, penyakit hepatitis, diabetes, atau penyakit keturunan lainnya yang merugikan. Jika salah satu pasangan terdeteksi positif, tentu membahayakan keturunan Anda kelak.

Tes pra-nikah dapat dilakukan kira-kira 6 bulan sebelum mengikat janji. Di samping itu, pasangan juga harus mengikuti konseling membangun keluarga yang baik.

Tapi terlepas dari itu, bagaimana dengan komitmen Anda dalam menjalin hubungan serius. Karena pada dasarnya setiap laki-laki dan perempuan harus menikah.

Kelak, mereka membangun sebuah keluarga dan punya masa depan baik. Nah, manusia mana yang tidak menginginkan hal itu?

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini