nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jo Malone, Survivor Kanker yang Ahli Membuat Parfum

Koran SINDO, Jurnalis · Jum'at 13 April 2018 21:10 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 04 13 481 1886479 jo-malone-survivor-kanker-yang-ahli-membuat-parfum-fDCXh6XAuo.jpg Jo Malone (foto: Dailymail.co.uk)

JO Malone London dikenal sebagai brand parfum ikonik ternama asal Inggris. Siapa sangka, brand parfum ini ternyata diciptakan oleh perempuan penderita disleksia.

Nama brand Jo Malone London diambil dari nama penciptanya, yakni Joanne Lesley Malone. Perempuan yang akrab disapa Jo ini lahir pada November 1963 di sebuah kota kecil di Bexleyheath, Kent, Inggris. Dia merupakan putri Peter Malone, seorang pelukis, dan Elaine Malone, seorang terapis kecantikan. Sejak kecil, Jo menderita disleksia. Disleksia adalah sebuah gangguan dalam perkembangan baca-tulis yang umumnya terjadi pada anak menginjak usia 7 hingga 8 tahun. Di sekolah, Jo kesulitan belajar membaca dengan lancar dan kesulitan dalam memahami kata-kata.

Di usia 15 tahun, Jo akhirnya memutuskan untuk pergi dari sekolah tanpa kualifikasi apa pun. Meski menderita disleksia, justru indra penciuman Jo berkembang dengan sangat baik. Sebagai seorang gadis putus sekolah, ia menjual bunga dan sering menghabiskan berjam-jam membuat parfum menggunakan bunga dari kebun. Dia juga membantu ibunya yang seorang terapis kecantikan.

“Saya mulai belajar sendiri cara membuat krim wajah dan mulai melakukan facial dari rumah,” ujar Jo, seperti dilansir Dailymail.co.uk. Kabar tentang teknik facial Jo tersebar dari mulut ke mulut. Tak lama kemudian ia memiliki lebih dari 2.000 klien yang melakukan janji untuk mendapatkan perawatan facial dari Jo.

“Setelah facial, saya memberi klien saya botol-botol kecil parfum buatan sendiri dan minyak mandi jahe sebagai ucapan terima kasih,” tutur Jo.

Karena menderita disleksia, Jo jarang mencatat formula untuk membuat parfum. Dia mengandalkan ingatan, intuisi, dan kekuatan penciumannya yang sangat tajam. Wewangian pertama yang dirancang dengan cara ini adalah Nutmeg & Ginger Bath Oil. Wewangian inilah yang diciptakan Jo sebagai hadiah kepada para kliennya. Suatu hari seorang klien langganannya membeli 100 botol parfum buatan Jo untuk diberikan kepada tamu undangan di sebuah pesta. Tak lama kemudian lebih dari 80 tamu itu menghubungi Jo untuk memesan parfum.

“Saat itulah saya menyadari bahwa saya harus memanfaatkan momen itu untuk menciptakan brand parfum sendiri,” ujar Jo.

Di usia 19 tahun, saat bekerja sebagai terapis, saat itulah dia juga bertemu seorang pemuda bernama Gary Willcox. Tak lama kemudian keduanya pun menikah. Pada tahun 1983, Jo secara resmi mendirikan barnd parfum Jo Malone bersama dengan suaminya. Pada 1994 Jo membuka toko pertamanya di Walton Street London, Inggris. Saat itulah nama Jo Malone London dikenal. Jo bertindak sebagai pencipta parfum, sementara suaminya mengurus keuangan dan penjualan.

“Ciri khas parfum kami dibandingkan parfum lain adalah para pembeli dapat membeli parfum sesuai keinginan mereka (customized),” ujar Jo.

Seiring berjalannya waktu, parfum Jo Malone London semakin terkenal di Inggris. Jo dan suaminya pun berniat untuk memperbesar bisnis ini. Karena tidak memiliki latar belakang pendidikan bisnis yang memadai, Jo pun menjual sebagian perusahaannya ke retail kecantikan besar Estee Lauder pada 25 Oktober 1999. Estee Lauder membantu pemasaran parfum Jo Malone London sehingga menjadi brand parfum berskala global.

“Jo Malone London mewujudkan semua kualitas terbaik untuk brand kecantikan. Keberhasilannya diperoleh dengan menjaga klien di pusat bisnis melalui fokusnya pada produk high end dan kualitas layanan,” kata Ketua dan Chief Executive Officer Estee Lauder Leonard A Lauder.

Meski Jo menjual sebagian perusahaannya ke Estee Lauder, Jo masih bertindak sebagai direktur kreatif di brand parfum ciptaanya itu. Setiap produksi dan pengembangan produk di bawah persetujuan Jo. “Brand ini dikenal karena parfumnya yang eksklusif dan mahal, lilin mewah, produk mandi, dan pengharum ruangan,” ujar Jo.

Perusahaan Estee Lauder terus beroperasi dan menghasilkan aroma baru di bawah merek Jo Malone London. Dengan dukungan finansial dari Estee Lauder Companies, merek Jo Malone London telah memperluas distribusinya ke berbagai negara di seluruh dunia.

Pada tahun 2003, Jo Malone didiagnosis menderita kanker payudara. Hal ini membuatnya harus menjual seluruh perusahaannya ke Estee Lauder dan menciptakan brand parfum baru Jo Loves.

Pada tahun 2003 Jo didiagnosis mengidap kanker payudara. Dia kemudian menjalani kemoterapi dan menghabiskan satu tahun berjuang untuk hidupnya. “Tentu saja kanker membuat saya melihat kehidupan dan bisnis saya secara berbeda,” ujar Jo, seperti dilansir Dailymail.co.uk.

Jo menuturkan, kemoterapi telah menurunkan indra penciumannya. Hal inilah yang menghambatnya dalam menciptakan parfum-parfum baru. Pada 2006 Jo memutuskan untuk menjual seluruh perusahaannya ke Estee Lauder.

“Dalam penjualan ini juga tercantum perjanjian nonpersaingan bahwa saya tidak diperbolehkan mendirikan brand parfum selama 5 tahun,” ujar Jo.

Jo meninggalkan perusahaan segera setelah itu, meskipun hubungannya dengan Estee Lauder tetap dekat. Perusahaan itu menerbangkannya ke New York untuk menjalani perawatan kanker payudara terbaik. Dari tahun 2006 hingga 2011, Jo terpaksa harus vakum dari industri parfum. Ia pun fokus untuk mengobati kanker payudaranya dan mengurus keluarganya.

“Saya masih luar biasa bangga dengan apa yang saya buat dengan Jo Malone London. Merek ini terus berkembang dan berada di tangan yang aman,” ujar Jo.

Pada November 2011, setelah masa perjanjian berakhir dan kondisi tubuhnya semakin membaik, Jo mendirikan brand parfum baru bernama Jo Loves. “Keharuman adalah hal yang benar-benar saya sukai. Jadi saya sangat senang bisa kembali. Brand parfum baru ini adalah tentang kenangan dan tentang keberadaan saya yang baru,” ujar Jo.

Ia mengungkapkan, brand ini dibuat sebagai bentuk penyesalannya karena telah meninggalkan Jo Malone London. “Saya bisa menyesalinya seumur hidup saya, atau bangkit dan mencobanya lagi. Jadi, saya mencobanya lagi dengan Jo Loves,” ujar Jo.

Ironisnya, menurut Jo, sebagian besar publik mengira Jo masih mengepalai Jo Malone London. Jo dan suaminya membuka toko pertama Jo Loves di Elizabeth Street, Belgravia, Inggris. Untuk mengembangkan bisnisnya, Jo membuat kesepakatan dengan Net-a-Porter, toko mewah online, untuk menjual koleksi Jo Loves dan mendistribusikan produknya ke lebih dari 180 negara.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini