Image

Arak-arakan Tudung Saji Raksasa Meriahkan Peringatan Isra Mi'raj di Kampung Kobra

Arsan Mailanto, Jurnalis · Sabtu 14 April 2018 19:16 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 04 14 298 1886717 arak-arakan-tudung-saji-raksasa-meriahkan-peringatan-isra-mi-raj-di-kampung-kobra-rqqjLjAkw3.jpg Peringatan Isra Mi'raj di Kampung Kobra Bangka Belitung (Foto: Arsan/Okezone)

WARGA di sekitar Kampung Kobra, Kecamatan Tamansari, Kota Pangkalpinang, Bangka Belitung (Babel) menggelar kegiatan peringatan hari besar islam yakni Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW 1439 H. Peringatan Isra Mi'raj tersebut digelar di lapangan terbuka pada Sabtu 14 April 2018.

Ketua Panitia Pelaksana Isra Mi'raj, Nopiar mengatakan bahwa memperingati Isra Miraj menjadi salah satu peristiwa penting bagi umat Islam. Dalam peristiwa ini, Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan dari Masjidil Haram (Mekah) ke Masjidil Aqsa (Palestina) dan kemudian menuju ke Sidratul Muntaha di langit ketujuh pada malam hari.

Hari ini dijelaskannya kegiatan Isra Mi'raj yang dilehat di Kampung Kobra diawali dengan arak-arakan tudung saji raksasa. Tudung saji tersebut berukuran tiga meter dan telur yang sudah di hiasi sedemikian rupa, kemudian mengelilingi seputaran Kampung.

Di tempat kegiatan ratusan dulang yang berisi aneka beragam makanan tersusu rapi di sepanjang Jalan Batin Tikal, untuk kemudian disantap bersama. Warga pun duduk bersila saling berhadapan dengan dulang di tengahnya.

"Tema kegiatan kita adalah Mari kita tingkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, dengan mempererat tali persaudaraan yang mana di sini juga di isi dengan kasidah, pembacaan ayat suci Al-qur'an dan ceramah agama" ujarnya kepada awak media selepas acara di Kampung Kobra, Pangkalpinang, Sabtu (14/4/2018).

Dalam ceramah agama kata Nopiar ustadz pun mengingatkan bahwa umat Islam mengenal Isra Miraj merupakan perjalanan semalam Nabi Muhammad SAW mendapat perintah dari Allah SWT untuk menjalankan salat lima waktu dalam sehari semalam.

"Maka itu kita sebagai umat Islam harus menjaga ketakwaan kita terhadap sang pencipta. Melakukan perintahnya dan menjauhi segala larangan-Nya," imbuhnya.

Di sisi lain dirinya juga mengungkapkan bahwa kegiatan Isra Mi'raj kali ini pertama kalinya digelar di lapangan terbuka, karena biasanya dilaksanakan di masjid-masjid.

Nopiar pun berharap kegiatan keagamaan ini mendapat dukungan semua pihak termasuk pemerintah daerah, sehingga bisa dilaksanakan secara meriah tiap tahunnya.

"Kami minta kepada pemerintah maupun instansi terkait lainnya, untuk membantu kami agar ini bisa masuk agenda pemerintah dan di tahun-tahun berikutnya bisa dilaksanakan lebih meriah," tukasnya.

Pasalnya setiap momen hari besar agama Islam, arga di Babel selalu bergotong royong membawakan makanan ke masjid-masjid atau balai yang di bawa menggunakan wadah dulang di tutup tudung saji. Bahkan ini sudah menjadi tradisi turun temurun warga yang hingga kini masih terus dilestarikan.

Selain hari besar keagamaan, tradisi nganggung juga biasanya dilakukan oleh masyarakat Babel dengan sebutan Bumi Serumpun Sebalai tersebut. Jika ada warga yang terkena musibah seperti orang meninggal, di mana warga sekitar juga melakukan tradisi nganggung ke tempat yang terkena musibah dengan tujuan membantu keluarganya.

"Tudung saji sudah mejadi simbol bagi masyarakat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang patut dilestarikan dan di jaga bersama, hingga generasi anak cucu kita dapat mengetahui dan terus melestarikannya," pungkas Nopiar optimis.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini