nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Forum Silaturahmi Keraton se-Nusantara Teken MoU Pengembangan Budaya Maritim

Bramantyo, Jurnalis · Sabtu 14 April 2018 12:30 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 04 14 406 1886609 forum-silaturahmi-keraton-se-nusantara-teken-mou-pengembangan-budaya-maritim-ZkCZBUIhSQ.jpg Forum silatuhrahmi Keraton Se-Nusantara (Foto: Bramantyo/Okezone)

YAYASAN Istana Mataram menggelar (YIM) menggandeng Forum Komunikasi dan Informasi Keraton Nusantara (FKIKN) budaya yang dihadiri sekira 32 kerajaan Nusantara mengundang investor dari 29 negara, seperti Jerman, Uni Emirat Arab, Amerika Serikat, Filipina.

Yayasan Istana Mataram merupakan sebuah gerakan perekonomian yang berbasis budaya dan pariwisata dan tidak termasuk dalam lembaga struktural Kraton Kasunanan Surakarta.

"Tujuannya (bila semua berkenan) untuk menyatukan dan mengajak kerajaan se-nusantara untuk membangun perekonomian bangsa," jelas inisiator YIM KPH Eddy Wirabhumi, Jumat (13/4/2018) malam.

Agus Purwoto, Sekretaris Kementrian Koordinator Bidang Kemaritiman sebut acara ini bukan "ujug-ujug" (tiba-tiba) digelar. Agenda ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan Forum Komunikasi Kraton Nusantara (FSKN) dengan Presiden Jokowi di Istana Bogor pada 4 Januari 2018 lalu di Istana Bogor Lalu.

"Ada beberapa point yang sudah disepakati sebelumnya terkait pelestarian sejarah dan budaya agar tetap dipertahankan sebagai budaya dan kultur kita," jelasnya.

Sementara itu Ketua Umum Forum Silaturahmi Keraton se-Nusantara (FSKN) periode 2017-2022 Raja Kasepuhan Cirebon Sultan Sepuh Arief Natadiningrat sebut penandatanganan MOU terkait Kemaritiman terkait dengan pesan Presiden Jokowi bahwa kebudayaan itu penting dan menjadi jati diri bangsa.

"Karena itu harus dipertahankan sebagai identitas bangsa dan salah satunya ada di Kraton-kraton di Indonesia," papar Sultan Sepuh Cirebon.

Sebab itu perlu dilakukan adanya revitalisasi kraton-kraton dan ada dua targetnya. Pertama revitalisasi fisik dan non fisik.

Untuk fisik tentunya adalah bangunan kraton dan benda cagar budayanya. Sedangkan non fisik adalah kesenian, adat tradisi dan juga kearifan lokal budaya setempat.

"MOU tadi difokuskan di bidang maritim dan bahari. Sebab budaya kita adalah budaya maritim budaya yang terbuka (terhadap agama, budaya dan sebagainya). Sebagian besar kraton di Indonesia berada di pinggir pantai atau sungai," jelasnya lebih lanjut.

Point dari MOU yang disepakati menurut Sultan Sepuh Cirebon diantaranya pembangunan pariwisata bahari, pengembangan literasi bahari, peningkatan wawasan budaya bahari, revitalisasi peran kota dan pelabuhan bersejarah.

Selanjutnya infentarisasi nilai budaya, pengetahuan, tradisi dan kearifan bahari. Pembangunan SDM bahari, peningkatan ekonomi dan kesejahteraan bahari termasuk kegiatan lain yang berhubungan dengan wisata bahari.

Sebelumnya raja-raja Nusantara menggunakan kereta kuda. Hadir diantaranya dari Keraton Sumedang Larang, Kasultanan Deli Sumut, Kasultanan Serdang, Kasultanan Cirebon, Kasultanab Banten, Kasultanan Jogyakakarta, Puri Singaraja Bali, Kraton Sumenep dan masih banyak lagi.

Dengan menggunakan baju adat masibg-masing daerah, rombongan raja-raja Nusantara menyapa masyarakat kota Solo dari atas kereta kuda berangkat dari Hotel Royal Heritage, Solo, melewati Masjid Agung Surakarta, Pasar Klewer, dan finish di Wisma Boga, Sukoharjo.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini