nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Indonesia Selangkah Lagi Rebut Brand Halal Tourism dari Malaysia

Arsan Mailanto, Jurnalis · Minggu 15 April 2018 15:21 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 04 15 406 1886896 indonesia-selangkah-lagi-rebut-brand-halal-tourism-dari-malaysia-a7321YJQAA.jpg Halal tourism (Foto: Halaltourism)

INDONESIA menargetkan untuk dapat merebut brand halal tourism dari tangan Malaysia. Brand tersebut diperkirakan benar-benar akan menjadi milik Indonesia pada 2019.

Saat melakukan kunjungan kerja ke Bangka Belitung (Babel), Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengatakan bahwa perjuangan untuk merebut brand halal tourism dari tangan Malaysia mulai dilakukan sejak 2015.

Kala itu Indonesia masih berada diperingkat ke-6 berdasarkan ranking Global Muslim Travelling Indexs (GMTI). Hanya dalam kurun waktu dua-tiga tahun, Indonesia berhasil merangsek ke posisi dua tepat di bawah Malaysia.

"Tahun 2015 itu kita berada ranking enam, di 2016 naik ke ranking ke empat, tahun 2017 naik ranking ke tiga, tahun ini ranking ke dua. Jadi selangkah lagi kita akan merebut brand halal tourism yang dimiliki Malaysia," ujarnya kepada awak media disela mengelilingi Pantai Tanjung Pesona, Sungailiat, Bangka, Sabtu (14/4/2018).

 

(Foto: Arsan/Okezone)

"Namanya itu GMTI disitu kita sangat konsisten dan sudah diakui oleh dunia akan brand halal wisatawan," tambah Menteri.

Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Arief mengakui ada kelebihan dan kelemahan dalam membangun halal tourism. Hal ini disebabkan keengganan pelaku industri wisata yang notabenenya umat muslim untuk disertifikasi.

Kendati demikian, seiring kesadaran para pelaku industri wisata untuk bersedia disertifikasi. Menpar berkeyakinan tahun depan brand halal tourism akan jatuh kepangkuan Indonesia.

"Brand wisata halal (halal tourism) sangat berpengaruh bagi upaya peningkatan kunjungan wisata. Mengingat sekira 30% wisatawan melakukan perjalanan dengan tujuan religi atau kepercayaannya dan bagi wisatawan muslim tidak akan kompromi dengan kuliner yang tidak halal," ia menuturkan.

Diketahui Menpar RI Arief Yahya melakukan kunjungan kerja di Pulau Bangka. Kedatangan Menpar disambut pejabat daerah seperti Gubernur Babel Erzaldi Rosman, Sekda Babel Yan Megawandi, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Babel, Forkominda Babel, Bupati Bangka Tengah Ibnu Saleh, CEO Pantai Pan Semujur Djohan Ridwan Hasan, Bambang Patijaya, dan Pengurus Pusat Real Estate Indonesia (REI).

Sejatinya selain menghadiri HUT REI ke-46, Menpar juga mengunjungi dua kawasan yang direncanakan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pariwisata, yakni Pantai Pan Semujur di Kabupaten Bangka Tengah dan Pantai Timur Sungailiat di Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini