Image

Indonesia Penghasil Kopi Terbesar, Tapi Bukan Peminum Kopi Terbanyak

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis · Senin 16 April 2018 14:15 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 04 16 298 1887222 indonesia-penghasil-kopi-terbesar-tapi-bukan-peminum-kopi-terbanyak-2EnRISdGXk.jpg Foto Diambil dari BBC, sumber: Getty Images

DARI kopi espresso di Italia sampai kopi tubruk di Indonesia, minuman kopi banyak digemari khalayak dunia.

Bahkan, berdasarkan data Organisasi Pangan dan Agrikultur Dunia (FAO), semakin banyak orang di jagat ini yang menenggak minuman kopi.

Jika minuman tersebut banyak dikonsumsi, tentu ada hukum permintaan dan penawaran yang berputar. Lantas, negara mana yang memproduksi biji kopi dan negara mana pula yang paling banyak meminumnya?

1. Produsen kopi terbanyak

Kopi diproduksi di lebih dari 50 negara. Di antara negara-negara tersebut, Brasil merupakan produsen terbesar. 

Pada 2017-2018, negara tersebut memproduksi lebih dari 51 juta karung berisi biji kopi. Posisi kedua ditempati Vietnam.

Di mana posisi Indonesia? Indonesia berada di peringkat empat setelah Kolombia, dengan memproduksi sedikit di atas 10 juta karung kopi.

Lokasi yang cocok untuk menanam kopi dijuluki 'sabuk biji', yang terletak di wilayah tropis sebelah utara dan selatan garis Khatulistiwa (23 derajat Utara dan 23 derajat Selatan).

Berdasarkan Fairtrade Foundation, lebih dari 125 juta orang di seluruh dunia menggantungkan hidup mereka pada kopi. Bahkan, sekitar 25 juta pertanian kecil memproduksi sekitar 80% dari produksi kopi sedunia.

Kopi yang dijual secara adil atau Fairtrade memungkinkan konsumen bisa melacak biji kopi yang mereka beli. Adapun para petani kopi dijamin mendapat harga dengan rentang yang memiliki batas bawah.

Para petani yang tergabung dalam Fairtrade memproduksi sekira 560.900 ton kopi setahun—cukup untuk membuat espresso sebanyak 72,5 juta cangkir.

Beberapa peneliti berpendapat skema Fairtrade cukup mahal bagi petani untuk bisa bergabung dan hal itu bisa mengganggu potensi profit.

Mendorong produksi kopi dengan insentif uang juga dinilai bisa membuat pasokan berlebihan sehingga harga pun merosot.

Akan tetapi, Louisa Cox selaku salah satu direktur di Fairtrade Foundation, mengatakan, petani yang bergabung di dalam cap Fairtrade dapat mengakses pelatihan, peralatan keselamatan, dan perlindungan.

Meski terdapat lebih dari 100 spesies kopi, yang paling banyak diproduksi dan dijual adalah jenis Arabica dan Robusta.

2. Siapa peminum terbanyak?

Jika menyangkut konsumsi kopi, hanya dua negara yang penduduknya menyeruput lebih dari 10 kilogram per orang per tahun, yaitu Finlandia dan Swedia. 

Berdasarkan data Organisasi Kopi Internasional, orang-orang Finlandia minum kopi 12,5 kilogram setiap tahun.

Selain Finlandia dan Swedia, tiga negara berikutnya adalah Islandia, Norwegia, dan Denmark. Semuanya adalah negara Skandinavia. Mungkin mereka perlu minum kopi untuk bertahan menghadapi hari-hari yang dingin.

3. Siapa yang membayar paling mahal?

Rantai pasokan kopi terbilang kompleks. Biji kopi berpindah tangan dari petani ke pedagang, juru proses ke eksportir, dan akhirnya dari pemanggang ke peritel.

Perpindahan ini jelas berdampak besar pada harga untuk petani, produsen, dan konsumen.

Menurut Organisasi Kopi Internasional, peminum kopi di Inggris membayar paling mahal pada 2016. Harganya sekitar Rp214.000 untuk setengah kilogram biji kopi panggang.

Penduduk Malta berada di peringkat kedua (Rp184.000) dan Italia menempati posisi ketiga (Rp103.000).

4. Merek terbesar

Meminum segelas kopi dalam perjalanan ke kantor menjadi aktivitas keseharian bagi banyak pekerja di dunia. 

Menurut riset lembaga Allegra Strategies, ada lebih dari 22.700 toko kopi bermerek di Eropa pada 2017 dan lebih dari 27.900 di AS. Kedai kopi waralaba Starbucks menjadi merek terbesar di AS dengan 13.500 kedai.

Adapun Costa Coffee adalah merek terbesar di Eropa dengan 2.755 kedai, diikuti Starbucks dengan 2.406 kedai.

Meski dikenal sebagai negara peminum teh, Inggris menampung sekitar 7.421 kedai kopi bermerek pada 2017. Jumlahnya bertambah 643 kedai tahun lalu, yang tercepat di Eropa.

5. Minuman kopi terpopuler

Kopi tubruk dengan aroma dan rasa yang kuat mungkin laku di Indonesia, tapi minuman kopi paling populer di Inggris adalah yang bercampur dengan susu. 

Latte adalah produk minuman kopi paling banyak dibeli di Inggris, berjumlah 930 juta gelas awal tahun ini saja.

Berikutnya adalah Cappuccino, yang menurut hasil riset pasar Kantar Worldpanel, terjual 800 juta gelas.

Secara keseluruhan, penduduk Inggris menghabiskan Rp123,6 triliun untuk minum kopi hingga 25 Februari 2018.

Jumlah itu jauh lebih besar ketimbang uang yang dibelanjakan untuk minum teh, yaitu Rp29,4 triliun. Tampaknya budaya minum kopi sudah menjadi merajai Inggris.

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini