Berswafoto di Taman Bunga Refugia yang Terbentuk Tak Sengaja di Klaten

Agregasi Solopos, Jurnalis · Senin 16 April 2018 13:49 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 04 16 406 1887207 berswafoto-di-taman-bunga-refugia-yang-terbentuk-tak-sengaja-di-klaten-u0L6zYAbg6.jpg Foto: Solopos.

KLATEN -- Bunga refugia yang berwarna kuning tumbuh subur di jalan beton yang membelah Dukuh Gading Kulon, Desa Bono Tulung, Klaten. Jalan sepanjang satu kilometer itu jadi objek wisata dan ajang berswafoto muda-mudi dengan latar hamparan bunga.

Taman bunga itu terbentuk secara tak sengaja. Awalnya, Pemerintah Desa Bono hanya menanam bunga refugia sebagaimana instruksi Bupati Klaten Sri Mulyani. Bunga refugia dikembangkan untuk pengendalian hama wereng batang cokelat di areal persawahan yang sempat melonjak tahun lalu.

Bunga itu tumbuh subur dan berbunga lebat. Saban pagi dan sore hari, keberadaan bunga-bunga itu lantas menarik muda-mudi untuk berburu foto. Mereka memanfaatkan aneka warna bunga sebagai latar foto. Keberadaan deretan bunga itu sempat viral di media sosial.

"Kami hanya melanjutkan. Kami tata bersama karang taruna supaya lebih baik. Hari ini tempat wisata Taman Bunga Bono Park kami luncurkan," kata Kepala Desa Bono, Kecamatan Tulung, Bakdiyono, kemarin.

Taman Bunga Bono Park kini ditambah taman dengan menyewa lahan milik warga. Taman itu dilengkapi aneka jenis bunga warna warni dan sayuran. Di tengah taman, terdapat kanopi dari bambu untuk peneduh sambil duduk-duduk pengunjung.

Di taman itu, pengunjung bisa memilih lokasi bunga-bunga untuk berswafoto. "Taman bunga ini baru dikembangkan di tiga dukuh yakni Mandegan, Tlogowono, dan Gading Kulon. Pengembangan taman bunga tak menutup kemungkinan diarahkan menjadi desa wisata demi kemandirian desa," beber Kades.

Tahun ini, Pemdes Bono mengalokasikan anggaran kurang dari Rp10 juta untuk pengembangan taman bunga. Pengembangan taman membutuhkan komitmen karang taruna. Ke depan, pengelolaan taman akan diintegrasikan ke dalam Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) Bono.

Salah satu pengunjung, Anik, 20, warga Desa Pomah, Kecamatan Tulung, menuturkan ia mengetahui lokasi taman bunga itu diajak keponakannya. Taman itu menurutnya unik karena memanjang di sepanjang jalan di tengah persawahan.

Hal itu juga tak ia dapatkan di daerah lain. "Selain itu juga momennya pas bunga-bunga bermekaran. Bunga tumbuh di sepanjang jalan. Ini sangat menarik biat wefie," kata perempuan yang mengaku kali pertama ke taman itu.

Anik berharap penggarapan taman bunga diperluas cakupannya untuk antisipasi membeludaknya pengunjung. Pengelola juga diminta memperhatikan kebersihan dan akses untuk pengunjung agar tak merusak tanaman.

"Secara umum sih bagus ya. Mungkin perlu ditingkatkan kebersihannya dan dan diperluas lagi tamannya," harap dia.

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini