Image

Heboh Miras Oplosan, Ini yang Terjadi ketika Orang Menenggak Alkohol

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 16 April 2018 16:30 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 04 16 481 1887220 heboh-miras-oplosan-ini-yang-terjadi-ketika-orang-menenggak-alkohol-JqvwasSCsb.jpg Ilustrasi (Foto: Thehealthsite)

BANYAK alasan kenapa akhirnya seseorang mau memulai mengonsumsi alkohol. Bisa karena budaya di negaranya, menghilangkan stres, penambah semangat dan kepercayaan diri, atau karena ikut-ikutan. Padahal, sifat adiksi pada alkohol lebih berdampak luas dibandingkan rokok.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, menggambarkan kasus seperti ini. Ketika seseorang yang sudah kecanduan rokok, saat dia tidak mendapat rokok, efek yang terjadi adalah mulut pahit. Sekadar itu. Tetapi, ketika seorang pencandu alkohol tidak menenggak alkohol dengan kadar yang dia inginkan, yang terjadi berikutnya adalah dia mencampur zat lain hingga kadar alkoholnya tinggi.

Konsep ini yang kemudian memunculkan istilah miras opolosan atau minuman keras yang kandungannya tidak hanya alkohol, tetapi bisa saja lotion anti nyamuk! "Kalau sudah mengonsumsi minuman seperti ini, siap-siap saja menerima efek jangka panjang yang tidak menyenangkan!" tegas dr. Ari.

Untuk kasus minuman beralkohol yang dicampur dengan lotion anti nyamuk, menurut dr. Ari, bahaya yang bisa terjadi adalah paparan organ dalam tubuh manusia dengan zat toksik. "Kita tidak ada yang tahu bagaimana dampak lotion anti nyamuk di tubuh manusia. Namun, hal yang mesti diperhatikan adalah kandungan lotion ini bisa saja mengandung zat toksik yang sudah jelas itu tidak boleh tertelan tubuh," paparnya.

Baca Juga: Perjuangan Bocah 7 Tahun yang Idap 'Alergi Matahari', Setiap Hari Pakai Baju Astronot

Selanjutnya, apa sih yang sebetulnya terjadi ketika Anda menenggak minuman beralkohol?

Dr. Ari menjelaskan dengan cukup rinci. Hal pertama yang bakal terpapar adalah rongga mulut. Mereka yang mengonsumsi minuman beralkohol akan merasa panas pada bagian ini. Rasa panas ini jika diibaratkan seperti rasa terbakar yang tidak nyaman.

Baca Juga: Viral! Berdoa di Bawah Guyuran Hujan, Pria Ini Hampir Tersambar Petir

Kemudian, lanjut ke kerongkongan. Saat bagian ini terpapar minuman beralkohol, yang terjadi dalam tubuh adalah luka di sepanjang kerongkongan atau rasanya seperti kemunculan GERD. Jika paparannya terlalu sering dan intensitasnya banyak, risiko jangka panjangnya adalah kanker usus besar!

Nah, dijelaskan dr. Ari, dirinya sangat mudah melihat apakah pasiennya mengonsumsi alkohol atau tidak. Salah satu indikasinya adalah pembengkakan pada lambung. Ini terjadi karena secara biologis, air yang masuk ke dalam lambung baru akan keluar dari lambung setelah 2 sampai 3 jam.

Nah, saat proses penyimpanan air dalam lambung ini yang kemudian membuat dinding lambung iritasi akibat paparan air mengandung alkohol tersebut. "Paparan zat yang terkandung dalam alkohol yang kemudian membuat kondisi lambung menjadi tidak sehat," tambahnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini