nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Untuk Pertama Kali, Arab Saudi Gelar Fashion Week

Pradita Ananda, Jurnalis · Selasa 17 April 2018 18:45 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 04 17 194 1887843 untuk-pertama-kali-arab-saudi-gelar-fashion-week-EigcuJ4PX9.jpg Ilustrasi muslim fashion show (Foto: Stylist)

PEKAN mode atau fashion week, alias gelaran acara pagelaran busana yang diikuti oleh banyak perancang busana, model, fashion influencers, serta diliput banyak media adalah sebuah acara fesyen tahunam yang rutin bagi kota-kota besar seperti Milan di Italia, New York di Amerika Serikat, Paris di Prancis, bahkan Jakarta, Indonesia.

Akan tetapi gelaran fashion week ini sejatinya bisa dibilang, bukanlah merupakan acara yang biasa untuk hadir di Saudi Arabia. Namun, di tahun 2018 ini kini jadi tahun bersejarah bagi industri fesyen Arab.

BACA JUGA:

Pariwisata Jakarta Diharapkan Bisa Tarik Wisatawan Mancanegara seperti Bali

Bagaimana tidak, setelah mengalami beberapa kali penundaan, dimulai pada 13 April 2018 kemarin, Saudi Arabia menggelar acara pekan mode Arab Fashion Week bertempat di ibu kota, Riyadh untuk pertama kalinya, bunyi laporan Theweek, Selasa (17/4/2018).

Dalam gelaran Arab Fashion Week ini, diketahui lebih lanjut sederet rumah mode tersohor dari Eropa seperti Roberto Cavalli dan Jean Paul Gaultier hadir bersisian dengan para desainer lokal. Akan tetapi, terlepas bisa hadir dalam acara perayaan pembukaan pekan mode tersebut, dikatakan bahwa kaum laki-laki tidak bisa menghadiri acara inti dari gelaran pekan mode ini, catwalk shows.

Selain tidak memperbolehkan laki-laki hadir dan menonton pagelaran busana, dikatakan juga bahwa hal seperti fotografi juga dilarang, mengingat para model tidak akan tampil dalam balutan pakaian abaya tradisional.

 

(Foto: Harpersbazaararabia)

Terlepas dari sederet peraturan "tidak biasa" yang diterapkan dalam acara pekan mode yang mengambil lokasi di Ritz Carlton ini. Kehadiran acara ini sendiri, pada dasarnya sudah membuat para model dan penata rias terkejut bahwa acara seperti pekan mode bisa diselenggarakan di sebuah negara kerajaan Muslim yang konservatif.

Terselenggaranya acara pekan mode ini sendiri, dikatakan oleh Layla Issa Abuzaid selaku country director untuk Saudi Arabia adalah sebuah acara yang bisa dikatakan lebih dari sekedar acara berkelas dunia.

"Arab Fashion Week di Riyadh, untuk pertama kalinya ini akan lebih dari sekedar world-class event. Ini menunjukkan bahwa kami percaya sektor fesyen akan memimpin sektor ekonomi lainnya, seperti sektor wisata, hospitality, travel dan juga perdagangan," ujar Layla di Arab Fashion Council, saat mengumumkan proyek Arab Fashion Week kala itu.

 (Baca Juga: Pernah Ditinggal Nikah, Para Artis Ini Buka Hati Kembali untuk Mantan)

Sebagai tambahan, acara pekan mode ini sebetulnya sudah mengalami penundaan sebanyak dua kali, di mana pihak penyelenggara berhadapan dengan masalah soal visa dan juga lokasi acara. Namun, menurut laporan New York Times, ada beberapa pengamat yang menilai bahwa penundaan ini datang dari beberapa pihak pemerintahan yang cenderung lebih konservatif bertentangan dengan beberapa anggota keluarga kerajaan Saudi Arabia yang lebih mendukung untuk membawa fashion catwalk masuk ke dalam salah satu negara paling konservatif di dunia.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini