Cerita Pemandu Sorak yang Pilih Keluar dari Klub karena Keperawanan dan Imannya Dipertanyakan

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis · Selasa 17 April 2018 20:45 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 04 17 196 1887929 cerita-pemandu-sorak-yang-pilih-keluar-dari-klub-karena-keperawanan-dan-imannya-dipertanyakan-lxAQ170Shq.jpg Sumber foto dari Instragram Kristan Ann yang dipublikasikan BBC Indonesia

MANTAN pemandu sorak untuk Miami Dolphins mengajukan gugatan resmi terhadap klub sepak bola Amerika tersebut, dan mengklaim mengalami perisakan terkait keyakinan dan keperawanannya.

Kristan Ann Ware, 27 tahun, mengatakan dia memutuskan keluar dari tim pemandu sorak klub itu setelah riwayat seksualnya dibahas dalam sebuah wawancara dengan direktur tim pada tahun 2016.

Dia bukan pemandu sorak pertama yang mengeluhkan tentang lingkungan kerja yang tidak ramah.

Seorang mantan pemandu sorak lainnya dari klub New Orleans Saints mengaku dipecat setelah mengunggah fotonya yang mengenakan pakaian dalam ke media sosial.

Kepada BBC, Ware mengatakan gugatan yang diajukan kepada Komisi tentang Hubungan Manusia, Ware mengatakan pekan lalu, tidak semestinya disalahartikan sebagai serangan terhadap klub itu.

"Saya tidak menentang mereka. Saya hanya ingin menjadikannya sebagai tempat yang lebih baik bagi para pemandu sorak," katanya dalam wawancara telepon.

Ware keluar setelah tiga tahun menjadi pemandu sorak di klub tersebut. Ia mengklaim mengalami sebuah insiden dalam bus pelatih di London yang mengarah ke pelecehan.

Ketika timnya bertanding melawan klub New York Jets di Stadion Wembley pada musim gugur 2015, para pemandu sorak berbicara tentang "daftar peristiwa seks," kata Ware dalam gugatannya.

Ware "dipaksa untuk memberikan daftar vrsinuya," akunya, yang membuatnya harus mengakui bahwa dia masih perawan.


"Kristan mengatakan kepada rekan-rekannya bahwa dia menunggu sampai dia menikah karena memiliki hubungan pribadi dengan Tuhan," kata pengacaranya, Sara Blackwell dalam gugatannya.

Lalu, dalam penilaian kinerja tahunan, para penari ini harus kembali memasukkan lamaran, Ware mengatakan direktur tim, Dorie Grogan, mengkonfrontasinya.

"Mari kita bicara tentang fakta bahwa Anda masih perawan," katanya, meniru ucapan sang direktur.

Ware mengaku dia diminta untuk tidak membahas keperawanannya lebih jauh, menurut pengacaranya.

Sebuah sumber di klub itu mengatakan kepada BBC bahwa pada tahun 2016, sumber mengetahui terjadinya peristiwa yang tidak memenuhi standar dan harapan mereka, terkait para pemandu sorak. "Kami segera membahas masalah ini dan menegur supervisornya, yang kemudian meminta maaf kepada seluruh tim."


Namun Grogan masih tetap menduduki jabatannya, menurut laporan media AS. Dalam gugatan itu, Ware menyebut soal akun Instagram klub yang tidak mengangkat unggahannya yang mengkespresikan agamanya, Kristen.

Dia juga mengungkapkan ketika mengunggah sebuah cerita "motivasi Senin" untuk blog klub, tulisannya yang merujuk pada Tuhan dan Kristus telah disunting.

Klub Miami Dolphins mengatakan dalam sebuah pernyataan kepada BBC News: "Kami berkomitmen serius untuk menyediakan lingkungan kerja yang positif bagi semua orang yang terkait dengan organisasi."

"Kami memperlakukan setiap anggota organisasi kami dengan standar yang sama dan tidak melakukan diskriminasi terkait dengan jenis kelamin, ras dan keyakinan agama."

Dalam sebuah pernyataan kepada media AS, National Football League (NFL) mengatakan organisasi dan klub-klubnya "mendukung praktik ketenagakerjaan yang adil".

"Setiap orang yang bekerja di NFL, termasuk para pemandu sorak, memiliki hak untuk bekerja di lingkungan yang positif dan terhormat yang bebas dari segala bentuk pelecehan dan diskriminasi."

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini