Image

Alasan Restoran Menyuguhkan Steak dengan Tingkat Kematangan Medium Rare

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Selasa 17 April 2018 20:30 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 04 17 298 1887850 alasan-restoran-menyuguhkan-steak-dengan-tingkat-kematangan-medium-rare-B9l2BgpAnn.jpg Daging steak (Foto: Independent)

STEAK merupakan salah satu makanan khas western yang sangat digandrungi oleh berbagai kalangan di seluruh dunia. Hidangan ini umumnya terbuat dari daging sapi merah yang diolah dengan beberapa pilihan tingkat kematangan, mulai dari medium rare, medium, medium well, dan well done.

Untuk mendapatkan olahan steak terbaik, biasanya para chef profesional merekomendasikan untuk memesan steak dengan tingkat kematangan medium reare. Selain lembut, daging yang dihasilkan pun menyuguhkan sensasi juicy sehingga dapat disantap dengan berbagai makanan pelengkap lainnya seperti salad.

Namun belakangan ini, industri kuliner internasional tengah dikejutkan oleh sebuah fakta mengejutkan yang mungkin tidak pernah Anda pikirkan sebelumnya. Dilaporkan dari Independent, Selasa (17/4/2018), meski pengunjung telah memesan steak dengan tingkat kematangan medium rare, pihak restoran biasanya akan menyajikan olahan steak dalam keadaan nyaris mentah.

Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, steak dengan tingkat kematangan medium rare memang menjadi favorit bagi sebagian orang. Namun ada alasan khusus mengapa sejumlah restoran cenderung menyajikan steak dengan tingkat kematangan tersebut. Padahal Anda telah memesan steak dengan tingkat kematangan medium well.

Baca Juga: Tips Mengolah Daging Steak ala Restoran Mewah

Usut punya usut, ternyata ada strategi bisnis dibalik alasan itu, mengingat banyak restoran yang terpaksa membuang steak karena dianggap terlalu matang. Dengan kata lain, jika ada pengunjung yang protes bahwa daging steak masih terasa mentah, mereka masih memiliki kesempatan untuk memanggangnya kembali.

(Foto: Cleveland Clinic)

Mark Pastore, presiden distributor Pat LaFrieda Meat Purveoyors mengatakan kepada New York Post, ia pertama kali melihat tren steak kurang matang sejak tahun 2017 lalu.

Baca Juga: Masak Daging dengan Teknik Slow Cook biar Steak Tidak Alot seperti Karet

Akibatnya, "tren ini telah menjadi norma yang berlaku di setiap restoran, sehingga ketika pengunjung mengharapkan steak dengan tingkat kematangan medium rare, mereka sudah mengetahui cara yang tepat untuk mengakalinya. Karena seringkali pengunjung mendapati steak mereka yang masih terlalu mentah,"tutur Mark.

Salah satu pemilik restoran steak asal New York, Stephen Hanson menambahkan, menyajikan steak dalam tingkat kematangan medium rare menjadi salah satu taktik jitu untuk menghemat pengeluaran restoran. Seperti diketahui bahwa makanan lezat ini dibanderol dengan harga yang cukup mahal. Sehingga pihak restoran pun harus mencari cara untuk mengakalinya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini