nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Melihat Replika Sandal Rasulullah di Masjid Cut Meutia Jakarta

Vessy Frizona, Jurnalis · Rabu 18 April 2018 04:00 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 04 17 406 1887857 melihat-replika-sandal-rasulullah-di-masjid-cut-meutia-jakarta-UkO0w5mTJV.jpg Replika sandal Rasulullah (Foto: Vessy/Okezone)

SANDAL pada zaman Rasulullah memiliki peran yang amat penting. Hal ini karena selama hidup Rasulullah tidak pernah terlepas dari sandalnya.

Di masjid Cut Meutia, Jakarta Pusat, replika sandal Rasulullah dipamerkan. Menurut ketua penyelenggara event pameran, Qalam Gladi Maulida kepada Okezone, replika sandal Rasulullah ini adalah replika dari sandal asli yang ada di Museum Topkapi, Turki.

"Ini adalah sandal milik Rasulullah yang aslinya terbuat dari kulit unta, tetapi di barang replika terbuat dari kulit sapi. Namun secara bentuk warna dan detil dibuat persis. Sandal ini biasa dipergunakan Rasulullah untuk aktivitas sehari-hari," ungkap Qalam.

Rasulullah juga menempuh perjalanan hijrah dari Makkah ke Madinah dengan menggunakan sandal. Bahkan menurut riwayat, pernah Ali bin Abi Thalib menyusul Rasulullah dari Makkah ke Madinah yang jaraknya sangat jauh (-+ 800 km) dengan berjalan hingga kakinya lecet dan berlumuran darah.

"Bagaimanakah sandal Rasulullah SAW itu?" Anas menjawab, "Kedua belahnya mempunyai tali qibal (diriwayatkan oleh Muhammad bin Basyar, dari Abu Daud at Thayasili, dari Hamman yang bersumber dari Qatadah).

Baca Juga: Masjid Agung Baing Yusuf, Bukti Penyebaran Islam di Tanah Purwakarta

(Foto: Replika sandal Rasulullah)

Tali qibal adalah tali sandal yang bersatu pada bagian depannya dan terjepit di antara dua jari kaki, telunjuk dan jempol. Rasulullah bersabda, "Janganlah di antara kalian berjalan dengan sandal sebelah." (diriwayatkan oleh Ishaq bin Musa Al Anshari, dari Ma'an dari Malik dari Abiz Zanad, dari al A'raj yang bersumber dari Abu Hurairah r.a).

"Sesungguhnya Nabi SAW bersabda, 'bila salah seorang di antara kalian hendak memakai sandal, hendaklah ia memulai dari yang sebelah kanan, dan bila ia melepas, maka hendaklah mulai dari sebelah kiri. Hendaklah posisi kanan dijadikan yang pertama kali dipasangi sandal dan yang terakhir kali dilepas." (HR . Abu Hurairah).

Baca Juga: Melihat Jejak Telapak Kaki Pertama Nabi Adam di Srilanka

Kita sebagai generasi Islam saat ini seharusnya banyak-banyak bersyukur, dikarenakan kemudahan-kemudahan yang kita dapatkan saat ini. Kita tidak perlu bersusah payah berjalan kaki hingga ratusan kilometer dalam mensyariatkan Islam. Berbagai fasilitas kendaraan dapat kita jumpai saat ini dengan mudah.

Pada zaman Rasulullah, betapa sulitnya menyebarkan Islam ke daerah-daerah di luar Arab. Perlu perjuangan keras untuk mensyiarkan agama tauhid Islam. Meski begitu, para sahabat Rasulullah tidak pernah meminta imbalan dalam menyiarkan Islam ke seluruh penjuru dunia, bahkan ke Indonesia.

(hel)

Berita Terkait

Muslim Travel

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini