8 Makanan Sehat Ini Ternyata Berbahaya Bagi Tubuh

Tiara Putri, Jurnalis · Selasa 17 April 2018 11:24 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 04 17 481 1887613 8-makanan-sehat-ini-ternyata-berbahaya-bagi-tubuh-UZjD25qsdd.jpg Hati sapi (Foto: Shutterstock)

MENGONSUMSI makanan sehat memang sangat dianjurkan untuk menjaga daya tahan tubuh. Tapi ternyata ada sejumlah makanan sehat yang sebenarnya berbahaya bagi tubuh?

Namun Anda jangan lebih dahulu khawatir karena makanan itu baru akan berbahaya bila dikonsumsi dalam jumlah berlebih. Melansir Healthline, Selasa (17/4/2018), berikut sederet makanan sehat yang berbahaya bila dikonsumsi berlebih:

Asam lemak omega-3 dan minyak ikan

Makanan ini sangat penting untuk kesehatan karena dapat melawan peradangan di tubuh, berperan penting dalam perkembangan otak, dan mengurangi risiko penyakit jantung. Akan tetapi, kelebihan omega-3 bisa mengencerkan darah. Selain itu, kandungan vitamin A yang sangat tinggi dalam minyak ikan bisa menyebabkan keracunan apabila dikonsumsi dalam jumlah berlebih. Jumlah konsumsi yang disarankan adalah 1-6 gram per hari.

 (Baca Juga: Pengakuan Dua Simpanan "Sugar Daddy", Blak-blakan Bocorkan Kehidupan Pribadi)

Ikan tuna

Ikan berlemak ini dianggap sangat sehat karena sumber asam lemak omega-3 yang baik dan sangat tinggi protein. Sayangnya, tuna mengandung tingkat pencemaran lingkungan yang tinggi yaitu methylmercury atau merkuri. Merkuri adalah racun neurologis yang dapat menyebabkan banyak efek buruk pada kesehatan seperti keterlambatan perkembangan pada anak-anak, masalah penglihatan, kurangnya koordinasi, dan gangguan pendengaran serta bicara. Batas aman untuk konsumsi merkuri adalah 0,1 mikrogram per kilogram berat badan. Sebagai contoh, anak dengan berat badan 25 kg hanya dapat makan satu porsi ikan tuna sebesar 75 gram.

Hati hewan

 (Foto: Shutterstock)

Saat mengonsumsi hewan tertentu hati adalah bagian yang paling bergizi. Hati sangat kaya akan nutrisi penting seperti zat besi, B12, vitamin A, dan tembaga. Akan tetapi konsumsi hati berlebih dapat menyebabkan keracunan. Keracunan vitamin A dapat menyebabkan masalah penglihatan, nyeri tulang, peningkatan risiko patah tulang, mual, dan muntah. Sedangkan keracunan tembaga dapat menyebabkan stres oksidatif, perubahan neurodegeneratif, dan meningkatkan risiko penyakit Alzheimer.

  (Baca Juga: Ini Dia 7 Cara Aman Atasi Sakit Kepala Kronis)

Kayu manis

Ini adalah bumbu masakan yang lezat tapi juga memiliki beberapa khasiat. Kayu manis tinggi antioksidan dan dapat melawan peradangan serta menurunkan kadar gula darah. Selain itu, konsumsi kayu manis juga dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit jantung, diabetes, kanker dan penyakit neurodegeneratif. Akan tetapi kayu manis mengandung coumarin yang berbahaya dalam dosis tinggi. Batas konsumsi yang disarankan adalah 5 gram per hari.

Kopi

Minuman yang satu ini mengandung antioksidan dan senyawa aktif lainnya. Kopi terbukti dapat menurunkan risiko penyakit hati, diabetes tipe 2, dan penyakit neurodegeneratif. Namun, mengonsumsi kopi lebih dari 500–600 mg per hari bisa memengaruhi sistem saraf, menyebabkan insomnia, gugup, lekas marah, kram perut, palpitasi jantung, dan tremor otot.

Kacang Brasil

 

(Foto: Shutterstock)

Kacang ini adalah salah satu sumber diet selenium terbaik. Seperti yang diketahui, selenium bagus untuk tubuh namun bisa beracun dalam jumlah berlebih. Selenium dapat menyebabkan keracunan dan memiliki efek hilangnya rambut dan kuku, masalah pencernaan, serta kesulitan memori. Jumlah konsumsi yang disarankan adalah 300 mikrogram per hari untuk orang dewasa.

Sayuran Cruciferous

Sayuran hijau seperti brokoli, kubis Brussel, kale, kubis, dan collard hijau dapat menurunkan risiko kanker serta penyakit jantung. Namun, senyawa dalam sayuran yaitu tiosianat dapat mengganggu kemampuan tubuh ketika menyerap yodium bila dikonsumsi dalam jumlah berlebih. Kondisi itu dikenal dengan nama hipotiroidisme.

Biji pala

Bumbu dapur yang satu ini sering ditemukan pada makanan sehat. Biji pala mengandung senyawa myristicin yang tidak masalah bila dikonsumsi dalam jumlah sedikit. Akan tetapi dalam jumlah besar dapat menyebabkan keracunan yang memiliki efek kejang, aritmia jantung, mual, pusing, nyeri, dan halusinasi. Batas aman yang disarankan adalah 10 gram per hari.

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini