Image

Australia Dilanda Epidemi Bisul Pemakan Daging

Helmi Ade Saputra, Jurnalis · Selasa 17 April 2018 14:00 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 04 17 481 1887670 australia-dilanda-epidemi-bisul-pemakan-daging-Sontx0ZMkR.jpg Australia waspadai epidemi bisul pemakan daging (Foto: Abcnet)

SEBUAH bisul pemakan daging kasusnya sedang meningkat di kawasan Victoria, Australia. Sayangnya, para peneliti sampai saat ini tidak tahu bagaimana cara penyebaran bisul pemakan daging ini.

Para ahli mendesak pemerintah membuat pendanaan sehingga mereka dapat mengetahui bagaimana infeksi bakteri penyebab penyakit menular yang disebut bisul Buruli. Paling sering ditemukan di Afrika Barat atau Tengah dan biasanya terkait dengan genangan air, itu dapat berdampak buruk pada penderita, termasuk cacat jangka panjang.

Wilayah Negara Bagian Victoria di Australia sedang menghadapi epidemi yang buruk, dengan 182 kasus baru pada tahun 2016, dan 275 tahun lalu. Kasus-kasus itu juga menjadi lebih para dan terjadi di daerah baru.

Baca Juga: Sejumlah Paket Wisata Disiapkan Kemenpar Demi Penuhi Target 17 Juta Wisman

Upaya untuk mengendalikan wabah ini telah gagal. Hal ini karena tidak diketahui bagaimana manusia terinfeksi, menurut penelitian yang diterbitkan dalam The Medical Journal of Australia.

"Sebagai sebuah komunitas, kami menghadapi epidemi penyakit parah yang memburuk tanpa mengetahui bagaimana cara mencegahnya," kata para peneliti yang dikutip Abcnews, Selasa (17/4/2018).

"Sekarang saatnya bertindak, dan kami menganjurkan pemerintah lokal, regional dan nasional segera berkomitmen untuk mendanai penelitian yang diperlukan untuk menghentikan bisul Buruli," lanjut para peneliti.

Baca Juga: Kenapa Orang Sulit Kendalikan Kecanduan Ngemil Setiap Hari?

Sebagian besar kasus di Victroia terjadi di Mornington dan Bellarine peninsulas. Hewan-hewan, seperti anjing, kucing, posum dan koala semuanya telah terinfeksi penyakit ini. Tetapi, belum diketahui apakah hewan-hewan yang telah terinfeksi bisul Buruli dapat menyebarkannya ke manusia.

Sampai saat ini, bisul Buruli dapat diobati dengan antibiotik, tetapi pasien akhirnya membayar sekira USD14.000, karena obat tidak tercakup dalam Pharmaceutical Benefits Scheme. Selain itu, banyak penderita bisul Buruli juga memerlukan operasi plastik.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini