nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pedang Milik Rasulullah SAW Dipamerkan di Mesjid Cut Meutia

Vessy Frizona, Jurnalis · Rabu 18 April 2018 04:28 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 04 18 406 1887992 pedang-milik-rasulullah-saw-dipamerkan-di-mesjid-cut-meutia-cBZCfteNfw.jpg Pedang Rasulullah SAW (Foto: Sevenastrals)

MEMBAHAS benda-benda peninggalan Rasulullah SAW memang selalu menarik. Beberapa benda peninggalan Rasulullah SAW tersimpan di musem Topkapi, Turki. Salah satu barang peninggalan Rasulullah SAW adalah pedang Al Ma’thur.

Jika Anda belum sepat berkunjung ke Turki, mampirlah ke Masid Cut Meutia, Jakarta Pusat. Saat ini sedang dipamerkan replika benda-benda bersejarah peninggalan Rasulullah SAW berserta keluarga dan sahabat. Benda-benda yang dipamerkan sarat nilai sejarah dan pameran berlangsung sampai Minggu, 22 April 2018.

Dijelaskan oleh ketua penyelenggara event pameran Sejarah Islam goes to Mosque and School, Qalam Gladi, pedang Ma’thur peninggalan Rasulullah yang asli terbuat dari emas tetapi benda replika terbuat dari kuningan.

“Bentuknya berupa kepala ular dengan dihiasi batu-batu hiasan berupa delima dan pinus yang berbentuk seperti bunga-bunga. Pedang ini bermata dua dan ujungnya runcing dapat digunakan untuk menikam,” jelasnya kepada Okezone.

Al Ma’thur adalah pedang milik Rasulullah SAW sejak beliau masih muda, sebelum menerima wahyu pertama di gua Hira, Makkah.

Di bagian yang dekat dengan gagangnya terdapat sedikit emas dan tulisan kaligrafi al-Kufi yang berbunyi ‘Abdullah bin Abdul Muthalib, yaitu ayahanda Rasulullah SAW.

Menurut riwayat, Rasulullah SAW menghunuskan pedang ini ketika Beliau berjalan pada hari pernikahan putrinya, Fatimah az-Zahra R.A yang dikelilingi oleh Bani Hasyim yang juga memegang pedang. Ini dilakukan oleh Rasulullah SAW karena meninggikan derajat pedang Ma’tsur yang dimiliki oleh Bani Hasyim.

(Baca Juga: Enam Pedang Nabi Muhammad SAW)

Beberapa sumber sejarah menyebut bahwa pedang ini adalah pedang yang utama bagi Rasulullah SAW. Al Ma’thur adalah pedang peninggalan dari ayahnya ketika usia beliau masih 15 tahun. Rasulullah tidak pernah memberikan pedangnya ini kepada sahabat lainnya untuk digunakan di medan pertempuran, seperti perang Badar, Kahndaq, Uhud, dan lainnya.

Hal yang menarik dari pedang ini ialah apabila Kekhalifahan Utsmaniah hendak mengutus pasukan tentaranya untuk melakukan pembukaan atau mempertahankan kekuasaan serta kehormatan Islam, khalifah yang memerintah pada masa itu akan menarik pedang Ma’tsur dari sarungnya lalu berdoa kepada Allah SWT seraya mengharapkan kemenangan.

(Baca Juga: Inilah 6 Tokoh Paling Misterius Sepanjang Sejarah Manusia)

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini