nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Takjub Perjuangan Shireen Melahirkan, Teuku Wisnu Berkisah tentang Anak dan Ibu di Zaman Rasulullah

Vessy Frizona, Jurnalis · Kamis 19 April 2018 14:49 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 04 19 196 1888797 takjub-perjuangan-shireen-melahirkan-teuku-wisnu-berkisah-tentang-anak-dan-ibu-di-zaman-rasulullah-UZ1l3awIkE.jpg Teuku Wisnu-Shireen Sungkar (Foto: Diera Bachir/Instagram @teukuwisnu)

SETELAH melewati detik-detik mendebarkan saat menanti kelahiran anak ketiga, Teuku Wisnu menceritakan bagaimana perjuangan istri melahirkan dan kisah anak dan ibu di zaman Rasulullah SAW.

Ya, pasangan Teuku Wisnu dan Shireen Sungkar baru saja kedatangan anggota baru dalam keluarga kecil mereka. Seorang bayi cantik yang lahir pada Selasa, 17 April 2018. Setelah melewati momen-momen menenggangkan saat menemani sang istri melahirkan, ayah tiga anak itu menceritakan perjuangan istri melahirkan di akun Instagram.

Dalam tulisannya, Wisnu mengucapkan terima kasih kepada Shireen yang telah mengorbankan jiwa dan raganya untuk buah hati mereka. Tulisan itu diberi judul, Terima Kasih Istriku.

"TERIMA KASIH ISTRIKU," tulis Wisnu dalam akun @teukuwisnu.

"Lagi-lagi saya sebagai seorang pria, suami sekaligus saksi dibuat takjub dengan perjuangan seorang ibu yang Maa syaa Allah.. Saya yang hanya menyaksikannya saja merasa berat bagaimana dengan istri saya yang melaluinya," sambungnya.

Baca Juga: Lewat Video, Shireen Sungkar Ceritakan Perjuangan Melahirkan Bayi Ketiga

Wisnu menceritakan berbagai hal yang telah dialami istri dan dilakukan dari awal kehamilan. Mulai dari melewati masa rentan hingga menahan sakit saat kontraksi melahirkan.

"Pada awal kehamilan, di mana masa-masa rentan pertumbuhan buah hati kami, ia tetap berusaha memasak & menghadirkan makanan yang terbaik untuk saya, Adam dan Hawa. Padahal disitu dia harus menahan mual, hyperslavia dan muntah hebat yang membuatnya lemah.

"Saat kehamilan membesar dan pada malam hari, ia sulit mendapatkan kenyamanan tidur dengan posisinya yang serba salah. Semakin besar janin, semakin sulit ia bernapas, gerak terbatas dan terlihat menahan nyeri namun di depan saya ia tetap tersenyum dengan wajah berseri," papar Wisnu.

Alhamdulillah,ceritaaa sedikit ttg anak ke 3 ini ,kontraksi dr jam 3 pagi sebenernya malemnya masi gendongin hawwa boboin sampe perut keram 😹,mulai jam 3-5 pagi udh g bisa tidur ,mencoba untuk ditahan paginya kontraksi hilang ,main sama anak anak ,masak, mulai senam dirumah masyallah udh mulai seringsakitnya tapi tetep gak PD ke rs takut kontraksi palsu karena baru 38 minggu 4 hari ,ahirnya mertua g tega liat aku nungging terus kesakitan maksa ke rs 😅Alhamdulillah sampe di rs ternyata bener udahpembukaan 4 masyallah ,17.30 sampe di rs jam 20.20 dek cut lahir Alhamdulillah cepat sekali kalo ditanya rasa yaa g bisa digambarin sakitnya kaya apa jujur nambah anak nambah sakit karena kt dokter rahimnya membesar tapi prosesnya lebih cepet 😅berusaha mengalihkan sakit dengan ngebayangin muka anak anak muka usg shafiyyah ,dan nguatin diri istighfar ,pluss nyakitin badan suami @teukuwisnu hehe maaf y abi pelampiasan ,tapi apapun yg mami lewatin buat adam ,hawwa,shafiyyah seberapapun sakit nya ,ya Allah nakk g ada artinyaaa karena bahagia punya kalian jauh lebih besar nikmat masyallah ,semangat ibu ibu yang lagi hamil smoga lancar persalinan nya dan yg lagi promil ikhtiar berdoaaaa bismillah segera dititpkan anugerah dari Allah diwaktu terbaik ❣️Allah maha tau Allah maha baik ❣️ 🎬 @secret_motion 🎼 Alhamdulillah by omar esa ❣️

Sebuah kiriman dibagikan oleh Shireen Sungkar (@shireensungkar) pada


(Baca Juga: Buka Acara Festival Fesyen, Jokowi Kenakan Sarung)

Sebagai pria ia tak kuasa menyaksikan keadaan demi keadaan. Hingga Wisnu pun menceritakan sebuah kisah anak dan ibu pada zaman Rasulullah.

"Perjuangan mengandung saja berat bagi saya yang hanya menyaksikan, belum lagi saat perjuangan melahirkan. Dari mulai kontraksi rahim sampai suara tangisan bayi lahir, maa syaa Allah 😢😢😭😭. Maka benar saja, saya pernah dengar suatu kisah tentang seorang penduduk Yaman yang menggendong ibunya di punggungnya untuk thawaf dan orang itu bertanya kepada Ibn Umar, “Wahai Ibnu Umar, apakah aku telah membalas budi kepadanya?” Ibnu Umar menjawab, “Engkau belum membalas budinya, walaupun setarik napas yang ia keluarkan ketika melahirkan.” Terima Kasih Istriku, Love You... @shireensungkar ."

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini