nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Belum Jadi Kakek-Nenek Sudah Ompong? Waspada Risiko Kena Penyakit Jantung Meningkat!

Helmi Ade Saputra, Jurnalis · Kamis 19 April 2018 12:45 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 04 19 481 1888714 belum-jadi-kakek-nenek-sudah-ompong-waspada-risiko-kena-penyakit-jantung-meningkat-zvELsrR8py.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

BELUM masuk usia lansia sudah ompong? hati-hati terkena penyakit jantung. Karena, sebuah penelitian di Amerika Serikat mengungkapkan bahwa kehilangan 2 atau lebih dari 3 gigi secara alami pada usia paruh baya dapat menandakan peningkatan risiko penyakit jantung koroner.

Dr Lu Qi dari Universitas Tulane New Orleans mengatakan, selain hubungan antara kesehatan gigi dan risiko penyakit jantung, temuan penelitian menunjukkan bahwa orang dewasa setengah baya yang kehilangan 2 atau lebih gigi di masa lalu dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. "Itu terlepas dari jumlah gigi alami yang dimiliki seseorang saat berusia paruh baya, atau apakah mereka memiliki faktor risiko umum dari penyakit kardiovaskular, seperti pola makan yang buruk atau tekanan darah tinggi," jelas Dr Lu Qi yang dikutip Reuters, Kamis (19/4/2018).

"Kebanyakan penelitian sebelumya hanya menyelidiki kehilangan gigi yang sudah ada sebelumnya dan sedikit yang diketahui tentang apakah insiden kehilangan gigi selama masa dewasa dikaitkan dengan penyakit kardiovaskular di masa depan," tambah Dr Qi dalam presentasinya pada temuan penelitian di American Heart Association’s Epidemiology and Prevention, Lifestyle and Cardiometabolic Health Scientific Sessions pada bulan Maret 2018 lalu.

(Baca Juga: Buka Acara Festival Fesyen, Jokowi Kenakan Sarung)

Tim peneliti menganalisis data pad wanita dan pria dari Nurses’ Health Study (NHS) and Health Professionals Follow-Up Study (HPFS). Para peserta berusia antara 45 sampai 69 tahun di awal penelitian dan tidak memiliki penyakit jantung. Mereka ditanya mengenai jumlah gigi alami pada tahun 1986 di HPFS dan pada tahun 1992 di NHS. Pada kuesioner tindak lanjut, peserta melaporkan apakah mereka mengalami kehilangan gigi baru-baru ini.

(Foto: Shutterstock)

Di antara orang dewasa dengan 25 hingga 32 gigi asli pada awal penelitian, mereka yang kehilangan 2 atau lebih gigi selama masa tindak lanjut memiliki 23% peningkatan risiko penyakit jantung koroner (PJK) dibandingkan dengan mereka yang tidak kehilangan gigi. Hal ini benar-benar telah menyesuaikan kualitas diet, aktivitas fisik, berat badan, hipertensi dan faktor risiko kardiovaskular lainnya.

(Baca Juga: Bikin Mewek! Ini Potret Suami-Suami Artis Menemani Detik-Detik Istri Melahirkan)

Terlepas dari jumlah gigi alami pada awal penelitian, risiko penyakit jantung koroner meningkat 16% di antara mereka yang kehilangan 2 atau lebih gigi selama masa studi dibandingkan mereka yang tidak kehilangan gigi. Orang dewasa dengan gigi kurang dari 17 (vs 25 hingga 32 gigi alami) pada awalnya 25% lebih mungkin untuk mengembangkan penyakit jantung koroner.

"Peridontitis dan gingivitis menyebabkan kehilangan gigi dan hilangnya gigi tentu merupakan tahap akhir penyakit gigi," kata Dr Russell Luepker, juru bicara AHA yang tidak terlibat dalam penelitian ini.

(Foto: Medguidance)

Hubungan antara penyakit periodontal dan penyakit jantung telah dipelajari dengan cukup baik, dan hubungan yang dilaporkan dalam penelitiian ini adalah sederhana, katanya dalam sebuah wawancara telepon.

"Kita semua mengalami gigi berlubang dan jika Anda ingin menyelamatkan gigi, baiknya menggosok gigi rutin dan memiliki asuransi gigi juga bagus," pungkas Luepker.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini