nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Maha Vihara Duta Maitreya, Mengenal Lebih Dalam Vihara Terbesar di Asia Tenggara

Ady Prawira Riandi, Jurnalis · Jum'at 20 April 2018 15:52 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 04 20 196 1889317 maha-vihara-duta-maitreya-mengenal-lebih-dalam-vihara-terbesar-di-asia-tenggara-3vmBCzrTG4.jpg

SELAIN terkenal sebagai daerah wisata berbelanja, Batam juga ternyata memiliki vihara terbesar se-Asia Tenggara. Maha Vihara Duta Maitreya sering kali dijadikan destinasi wisata untuk para pemeluk agama Buddha.

Vihara ini didirikan pada tahun 1991 di atas tanah seluas 4 hektar di Jl. Bukit Beruntung, Sungai Panas, Kota Batam, Kepulauan Riau. Maha Vihara Duta Maitreya selanjutnya diresmikan oleh Menteri Agama Prof. Drs. H. A. Malik Fadjar, M. Sc, di tahun 1999.

Selain digunakan untuk tempat beribadah, Maha Vihara Duta Maitreya selanjutnya berkembang menjadi tempat menimpa ilmu. Di tempat ini sudah berdiri sekolah dari mulai tingkatan TK hingga tingkat Universitas.

 (Baca Juga: Icip-Icip Jajanan Kekinian, Mulai dari Bakso Aci Bandung hingga Es Kepal Milo)

Saat hari besar keagamaan tiba, Maha Vihara Duta Maitreya juga dijadikan tempat perayaan. Dari informasi Riandu, aktivis yang bekerja di vihara tersebut, saat ada acara besar Maha Duta Vihara Maitreya bisa menampung kapasitas sampai 6.000 orang.

“Kalau event seperti malam Waisak atau Cap Go Meh itu bisa mencapai sekitar lima sampai enam ribu arus manusianya,” ujar Riandu.

Selain itu Maha Vihara Duta Maitreya juga ternyata menjadi destinasi pilihan wisatawan mancanegara (wisman). Dari data Januari sampai Desember 2017 tercatat ada 87.439 ribu wisman yang datang.

 

“Paling banyak ke (vihara) kita itu dari Korea Selatan. Itu paling banyak. Selain dari Korea juga banyak dari Singapura, Malaysia, Jepang, dan China,” tutur Riandu.

  (Baca Juga: Lagi Heboh di Dunia Maya Cokelat Bentuk Mr P, Mau Coba?)

Sekadar informasi, Maha Vihara Duta Maitreya dibuka setiap hari pukul 05.30 WIB. Vihara akan ditutup pada pukul 23.30 WIB. Sementara untuk aktivitas wisatawan dibatasi hanya sampai pukul 15.00 WIB.

 

Maha Vihara Duta Maitreya saat ini sudah menerapkan tema ramah lingkungan di dalamnya. Sebagai contoh, pembakaran dupa untuk setiap kali ibadah hanya diperbolehkan lima batang dari yang seharusnya lima belas batang. Hal ini dilakukan karena stick dupa saat ini banyak terkontaminasi bahan kimia.

“Pada dasarnya stiknya ini kalau terlalu banyak asap yang dihirup tidak baik jadi kita seperti perokok pasif. Tidak baik untuk kesehatan kita,” tutupnya.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini