nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jelajah Gizi 2018 Digelar, Semarang Jadi Sasaran Kuliner

Revi C. Rantung, Jurnalis · Jum'at 20 April 2018 17:59 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 04 20 298 1889425 jelajah-gizi-2018-digelar-semarang-jadi-sasaran-kuliner-WeMwMdFO4c.jpg Jelajah Gizi 2018 di Kota Semarang (Foto: Revi/Okezone)

SETELAH sukses menggelar acara pada 2017 lalu, kini Nutricia Sarihusada kembali menggelar acara Jelajah Gizi 2018 dengan tema 'Eksplorasi Pangan Berkelanjutan di Kota Semarang'. Acara ini pun dihelat selama tiga hari berturut-turut, mulai tanggal 20- 22 April 2018 dengan mengunjungi berbagai kuliner yang umumnya ada di kota Semarang.

Seperti diketahui, konsep acara Jelajah Gizi sendiri memang telah enam kali digelar, dimana tempat pertama yang dipilih adalah Gunung Kidul, D.I Yogyakarta hingga menjalar ke kota lainnya seperti Kepulauan Seribu hingga yang terakhir kota Malang pada 2017 lalu.

Jelajah Gizi merupakan program 'jalan-jalan unik' untuk memperkenalkan keanekaragaman makanan khas daerah, sekaligus mempelajari sejarah dan budaya yang melatarbelakanginya.

Lebih lanjut, Arif Mujahidin selaku Corporate Communicator Director Danone Indonesia menjelaskan bahwa program ini diadakan secara rutin untuk mengembalikan potensi pangan lokal sebuah daerah. Disamping itu, dalam acara ini juga mengajak para peserta yang dihadiri oleh sepuluh blogger terpilih dan beberapa awak media.

Tak hanya sekedar mencicipi kuliner khas kota Semarang, yang membedakan acara ini dengan sebelumnya adalah konsep pangan berkelanjutan, dimana didalamnya terdapat bagaimana cara pengolahan, penyajian, hingga mengurangi sisa makanan. Sebab, tak bisa dipungkiri sangat penting bagi kita untuk mengetahui asal usul sebuah makanan. Selain berpengaruh bagi tubuh, rupanya berpengaruh pada lingkungan sekitar.

"Acara ini sebenarnya diadakan sejak 2012, kita mengajak untuk mensosialisasikan pangan lokal. Yang membedakan acara ini dengan yang sebelumnya, kita hanya tidak membahas makanan yang enak, tetapi kita juga membawa pakar yang bisa menceritakan dampak makanan ke dalam tubuh kita," kata Arif Mujahidin.

"Jelajah Gizi kami adakan secara rutin untuk membangkitkan kembali potensi pangan lokal sebuah daerah," sambungnya.

Kendati dengan dengan terselenggaranya acara ini juga turut mengundang seorang Pakar Gizi dan Keamanan Pangan Institut Pertanian Bogor Prof. Ir. Ahmad Sulaeman, MS, PhD, untuk melihat bagaimana setiap gizi yang terkandung di dalam makanan. Dari sinilah konsep pangan berkelanjutan itu begitu penting.

"Secara bertahap konsumen perlu mulai memperhatikan asal usul makanan yang dikonsumsi serta dampak pilihan makanannya terhadap Kesehatan dan lingkungan. Indonesia memiliki beragam cita rasa lokal yang gizinya tidak kalah dengan pangan internasional," ujar Ahmad Sulaeman.

"Masyarakat perlu mengetahui gizi yang baik bagi tubuh dan bagaimana makanan tersebut berdampak positif bagi bumi dan masyarakat sekitar," tukasnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini