nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Diabetes Berisiko Kematian, Begini Pencegahannya Selain Olahraga

Vessy Frizona, Jurnalis · Minggu 22 April 2018 12:05 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 04 22 481 1889953 diabetes-berisiko-kematian-begini-pencegahannya-selain-olahraga-gY6R00bCjX.jpg Senam sehat mencegah diabetes di Thamrin (Foto: Vessy/Okezone)

DATA terbaru dari IDF Diabetes Atlas, tahun 2017 Indonesia menduduki peringkat ke-6 dunia dengan jumlah diabetesi terbesar, yaitu sebanyak 10,3 juta orang. Jumlah penderita diabetes diperkirakan akan semakin meningkat dari tahun ke tahun.

Dr. Dante Saksono H. SpPD-KEMD, PhD, Kepala Divisi Metabolik Endokrin Departemen Penyakit Dalam, RSCM-FKUI mengatakan, dua dari tiga penderita diabetes di Indonesia tidak mengetahui jika dirinya menderita diabetes. Diabetes bukan hanya sebagai penyebab kematian nomor 3 di Indonesia setelah stroke dan penyakit jantung koroner, namun juga merupakan salah satu faktor risiko utama dua penyakit tersebut.

 (Baca Juga: Ternyata RA Kartini Seorang Vegetarian Tulen)

“Berdasarkan penelitian yang kami lakukan, penyakit diabetes tipe 2 tidak hanya disebabkan oleh faktor genetik, namun justru terutama disebabkan oleh faktor perubahan gaya hidup, yaitu pola makan yang tidak sehat dan kurangnya aktivitas fisik atau olahraga. Asupan makanan yang berlebih dan kurangnya aktivitas fisik akan menyebabkan kelebihan berat badan dan obesitas, yang akan meningkatkan risiko untuk menderita diabetes," ungkap dokter Dante ketika ditemui Okezone dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Sedunia yang jatuh pada 7 April 2018 persembahan Tropicana Slim #BeatDiabetes, Minggu (22/4/2018) di kasawan Thamrin, Jakarta Pusat.

Oleh karena itu, Dr. Dante memberikan tips untuk mencegah dan mengurasi resiko terkena diabetes terdapat dua tip sederhana yang dapat dilakukan, yaitu membatasi asupan kalori sesuai kebutuhan, salah satunya dengan membatasi asupan gula di makanan maupun minuman kita sehari-hari (50 gram atau setara dengan 4 sendok makan per hari), dan aktif berolahraga rutin setiap hari minimal 30 menit.

 

"Sebagai praktisi kesehatan, kami sangat mengapresiasi penyuluhan yang mengedukasi dan menginspirasi masyarakat Indonesia untuk hidup lebih sehat dan terhindar dari diabetes. Saya mengajak masyarakat Indonesia meningkatkan kepedulian mencegah dan melawan diabetes melalui edukasi mengurangi asupan gula, aktivitas olahraga seperti senam dan cek gula darah," sambungnya.

  (Baca Juga: Menyusuri Sepak Terjang Kakak Kandung RA Kartini yang Fasih Berbicara 26 Bahasa Asing)

Di sisi lain, Susana, Head of Marketing Tropicana Slim menyampaikan, pemeriksaan kadar gula darah sejak dini dan secara rutin penting dilakukan karena penyakit diabetes tidak memiliki gejala pada tahap awal.

"Dengan adanya deteksi dini, para diabetesi diharapkan dapat memperoleh penanganan sejak awal untuk menghindari timbulnya komplikasi. Selain itu, bagi mereka yang terdeteksi prediabetes juga dapat ditangani segera agar tidak berkembang menjadi diabetes," jelasnya.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini