nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Lawan Gaya Hidup Sendentari demi Kesehatan Tulang, Sendi, dan Otot

Vessy Frizona, Jurnalis · Minggu 22 April 2018 12:36 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 04 22 481 1889955 lawan-gaya-hidup-sendentari-demi-kesehatan-tulang-sendi-dan-otot-2vKIUvyZDp.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

GAYA hidup sendentari telah menjadi isu di Indonesia maupun seluruh dunia karena terbukti menjadi faktor penyebab meningkatnya penyakit tidak menular. Sendentari adalah gaya hidup kurang gerak, di mana pelakunya lebih banyak menghabiskan waktu untuk duduk-duduk atau tidur-tiduran.

Dokter Drg. Kartini Rustandi, M.Kes, Direktur Kesehatan Kerja dan Olahraga, Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyampaikan, berdasarkan Riskesdas 2013, sebanyak 24 persen penduduk Indonesia menjalani gaya hidup sendentari lebih dari 6 jam perhari. Hal ini mengkhawatirkan karena perilaku ini menjadi salah satu faktor penyebab kematian tertinggi di Indonesia dan dunia, termasuk di antaranya adalah penyakit tidak menular seperti stroke, penyakit jantung, dan diabetes melitus.

 (Baca Juga: Diabetes Berisiko Kematian, Begini Pencegahannya Selain Olahraga)

"Kami menilai isu ini sangat penting dan seluruh pihak harus melawan gaya hidup sendentari. Kami mengimbau masyarakat Indonesia harus banyak gerak agar tidak menderita penyakit seperti yang disebutkan tadi," kata dokter Kartini saat ditemui Okezone dalam acara kampanye Ayo Indonesia Bergerak #karenakitalebih persembahan Anlene, Minggu (22/4/2018), di Senayan, Jakarta.

 

Dengan aktif beraktivitas dan banyak melakukan gerakan, dokter Kartini yakin cara itu dapat menciptakan masyarakat Indonesia yang lebih kuat, sehat, dan bahagia.

"Bergerak aktif itu berarti menjaga kesehatan dan kekuatan, serta fleksibilitas tulang, sendi, dan otot. Lakukan langkah ini untuk melawan gaya hidup sendentari," imbaunya.

Merespon isu ini, pemerintah Indonesia menginisiasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) untuk menciptakan masyarakat yang lebih sehat dengan mempromosikan aktivitas fisik 30 menit setiap hari, melakukan diet seimbang, dan memeriksakan kesehatan secara rutin.

  (Baca Juga: Ternyata RA Kartini Seorang Vegetarian Tulen)

Sementara itu, Muhammad Fadli, pesepeda dan penggiat olahraga yang ditemui di tempat yang sama, menuturkan bahwa dirinya menyadari perlunya melakukan aktivitas fisik untuk membuatnya tetap fit dan sehat.

"Terlepas dari kecelakaan yang pernah saya alami beberapa waktu lalu. Saya percaya saya dapat melakukan lebih dari apa yang saya pikirkan. Melakukan aktivitas fisik bermanfaat bagi kesehatan tulang, sendi, dan otot," ucapnya.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini