nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sentuhan Batik Pekalongan, Abstrak dan Kawung dalam Balutan Busana Muslim di Muffest 2018

Dinno Baskoro, Jurnalis · Senin 23 April 2018 21:26 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 04 23 194 1890572 sentuhan-batik-pekalongan-abstrak-dan-kawung-dalam-balutan-busana-muslim-di-muffest-2018-TVv5oEvDjj.jpg Batik (foto: Ist)

BUSANA muslim kini seolah menjadi highlight dalam industri mode Tanah Air. Buktinya dalam Ajang Muslim Fashion Festival 2018 yang digelar di Jakarta, bisa menjadi bukti bahwa perkembangan busana muslim Tanah Air memang tak bisa dianggap remeh.

Para pelaku di dunia fashion berlomba-lomba menciptakan inovasi dan tren baru di ajang tersebut. Seperti desainer Mila Meiliasari yang merancang busana muslim dengan sentuhan kain tradisional yang juga turut memeriahkan ajang Muffest 2018 beberapa waktu lalu.

Mengusung tema ‘Batik Setitik', busana muslim yang ditampilkan mayoritas disematkan unsur batik dengan kombinasi modern fabric. Kain batik yang diangkat adalah batik pekalongan dengan motif abstrak berpadu kawung yang menunjukkan jati diri kain Indonesia.

 (Baca Juga: Setelah Nama Persib Satu Sembilan Sembilan Tiga, Kini Nama Bayi Xiomi Gemparkan Jagat Maya!)

“Melalui Batik Setitik kami ingin menyampaikan pesan kepada seluruh masyarakat Indonesia di belahan manapun bahwa sangat penting untuk mencintai karya anak bangsa, bahwa kemanapun seseorang berkelana hingga ke ujung dunia, mereka perlu kembali ke tanah airnya untuk membangun negaranya,” jelas Mei yang juga sebagai art director Milameilia Signature.

 

(Foto: Ist)

Kemudian, tampil sebagai muse di fashion show Batik Setitik ialah Sarita Abdul Mukti sebagai salah satu sosialita yang mencintai batik. Ia juga memiliki cita rasa terhadap batik yang cukup bagus. Selain itu, Sarita memiliki kesamaan rasa dalam pemilihan warna fashion yang dia kenakan yakni warna-warna bold yang menunjukkan pribadi matang, kuat, dan percaya diri.

“Saya senang menjadi muse ini karena ia berhasil menciptakan desain batik yang lebih modern dan kekinian,” ujar Sarita.

 

(Foto: Ist)

Sedangkan head piece yang digunakan oleh para model dan muse dirancang dan dibuat oleh Muhammad Raihan, siswa kelas 2 SMA ERUDIO School of Art.

 Baca Juga: Menyamar Jadi Wanita Muda Cantik nan Jelita, Tante-Tante Porotin Berondong Miliaran Rupiah

“Kami berharap rancangan ini bisa dicintai oleh khalayak Indonesia dan diterima di dunia internasional,” tutup Mei.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini