Jelang Hari Malaria Sedunia, WHO dan Kemenkes Luncurkan Kampanye "Ready to Beat Malaria"

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Senin 23 April 2018 16:40 WIB
https: img.okezone.com content 2018 04 23 481 1890379 jelang-hari-malaria-sedunia-who-dan-kemenkes-luncurkan-kampanye-ready-to-beat-malaria-1s4Dgyyjeh.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

MASYARAKAT dunia sebentar lagi akan memperingati Hari Malaria Sedunia yang jatuh pada tanggal 25 April 2018. Berbicara soal malaria, Indonesia menjadi salah satu negara di Asia Tenggara yang masih sering diterpa kasus malaria, terutama di kawasan Indonesia bagian Timur.

Untuk mendorong pemerintah dan pemangku kepentingan dalam mempercepat kemajuan program pengendalian malaria, maka diluncurkan kampanye dengan tema "Ready to Beat Malaria". Selain untuk megintervensi pihak-pihak terkait, kampanye ini juga dilakukan demi meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya malaria.

 (Baca Juga: 5 Wanita Terkaya di Dunia Ini Punya Harta yang Bikin Melotot)

Menurut data yang dikeluarkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), tercatat masih banyak orang terkena malaria di tahun 2016. Sekira 7% dari jumlah tersebut (sebanyak 15 juta orang) ternyata tinggal di kawasan Asia Tenggara.

Di kawasan ini, setidaknya sekitar 27 ribu orang telah dinyatakan meninggal karena malaria, sementara angka global adalah 445 ribu orang. Meskipun tren penurunan jumlah kesakitan dan kematian karena malaria terus menurun setiap tahunnya, namun kini berjalan sangat lambat.

"Malaria umumnya terdapat di daerah kantung terpencil di suatu negara. Eliminasi malaria berhubungan dengan upaya cakupan kesehatan semesta dalan sistem kesehatan," papar Dr Vinod Bura dari WHO Indonesia, dalam diskusi malaria bersama Kementerian Kesehatan RI, di Kuningan, Jakarta Selatan (23/4/2018).

"Dibutuhkan kontribusi bersama dari lebih banyak pemangku kepentingan dan sektor sangatlah penting dalam mencegah dan mengendalikan malria," tambahnya.

  (Baca Juga: Bahaya Tidur Gaya Superman di Meja, Wanita Ini Buktinya, Tangannya Harus Dioperasi)

Global Technical Strategy for Malaria 2016-2030 telah menyuarakan permintaan untuk memperkecil angka insiden dan kematian malaria di seluruh dunia, setidaknya sebanyak 90% di tahun 2030 mendatang. Secara teknis, kita telah memiliki berbagai instrumen yang terbukti efektif seperti integrated vector management (IVM). Kendati demikian, pengendalian malaria tidak dilakukan sebagai upaya terpisah, tetapi perlu menjadi bagian pengendalian semua penyakit yang disebabkan oleh vector yang sama.

Jika dilakukan dengan serius, hal tersesbut tentu akan meningkatkan efikasi, efisiensi biaya dan efektivitas, serta terjaganya ekologi dan kesinambungan pengendalian malaria.

Bertepatan dengan hari jadi WHO yang ke-70 dan Deklarasi Alma Ata yang telah genap menginjak usia 40 tahun, WHO ingin memastikan bahwa semua orang bisa mendapatkan layanan kesehatan dan mendukung peningkatan kesehatan.

Salah satu cara sederhana adalah dengan memasang kelambu untuk melindungi keluarga, hingga berinvestasi mendukung aktivitas pencegahan dan pengendalian malaria.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini