Miss Indonesia 2018: "Perempuan Masa Kini Tidak Boleh Putus Edukasi dan Peduli Lingkungan"

Dewi Kania, Jurnalis · Selasa 24 April 2018 20:25 WIB
https: img.okezone.com content 2018 04 24 194 1890980 miss-indonesia-2018-perempuan-masa-kini-tidak-boleh-putus-edukasi-dan-peduli-lingkungan-Qnq39zgVXY.jpg Alya Nurshabrina (foto: instagram)

RADEN Adjeng Kartini sosok orang paling menginspirasi perempuan Indonesia. Banyak orang mengartikan sisi baik pahlawan dari Jepara itu, termasuk Miss Indonesia 2018 Alya Nurshabrina.

Perempuan 22 tahun itu merepresentasikan sosok Kartini ada di setiap jiwa perempuan Indonesia. Banyak hal yang patut dikagumi dari seorang Kartini, yang besar namanya karena perjuangan hak emansipasi wanita dahulu kala.

"Saya merepresentasikan Kartini pada banyak tokoh perempuan di Indonesia. Kartini tidak hanya berprestasi untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk orang lain," ujarnya saat ditemui di SMA Kristen 1 Penabur, Jakarta Barat, Selasa (24/4/2018).

 (Baca Juga: Pamer Anak Ketiga, Pangeran William-Kate Middleton Tunjukkan Momen Mesra Langka)

Terlebih, dia sangat terkesan dengan sosok Kartini karena peduli bidang pendidikan dan dunia literasi. Apalagi Alya sejak lama dikenal menyukai dua hal itu, yang membuat dirinya selalu menyebarkan contoh positif bagi perempuan manapun.

"Perempuan tidak boleh putus edukasi dan punya keterampilan yang harus diasah. Perempuan harus terus belajar dan berbagi dalam hal apapun," imbuhnya.

Seorang perempuan juga harus peka menjaga lingkungan. Caranya yakni dimulai dari diri sendiri, dengan tidak terbiasa membuang sampah sembarangan dan tidak mencemari lingkungan.

 

(Foto: Dewi/Okezone)

Soal kepedulian terhadap lingkungan, Alya bahkan mengagumi sosok Walikota Surabaya Tri Rismaharini. Dia selalu peduli di bidang lingkungan dalam situasi apapun.

Bagi Miss Indonesia perwakilan Jawa Barat itu, Risma dinilai menjadi orang yang inspiratif, terutama bagi masyarakat dan lingkungan. Sosoknya sangat dikagumi banyak orang sejak lama.

Belum lama ini, Risma melancurkan transportasi publik "Bus Suroboyo" untuk masyarakat Surabaya. Setiap penumpang yang hendak menaiki bus itu, tidak membayar tiket dengan uang, akan tetapi harus membayar dengan sampah plastik.

 (Baca Juga: Analisis Ahli Bahasa Tubuh Terhadap Pangeran William dan Kate Middleton saat Perkenalkan Anak Ketiga)

"Saya mengagumi Ibu Risma, sebab dia tidak hanya memberikan solusi bagi masyarakat. Tapi juga peduli lingkungan. Cara itu juga membuatnya mengajarkan masyarakat agar tidak buang sampah sembarangan," beber perempuan alumni Universitas Parahyangan, mengakhiri pembicarannya.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini