nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wanita Tidak Boleh Asal dalam Membersihkan Miss V, Ini Dampaknya!

Annisa Aprilia, Jurnalis · Selasa 24 April 2018 13:08 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 04 24 481 1890790 wanita-tidak-boleh-asal-dalam-membersihkan-miss-v-ini-dampaknya-e9pajMMDuK.png Miss V (foto: AkClinics)

SETIAP perempuan pasti setuju organ kewanitaan menjadi salah satu bagian tubuh perempuan yang paling sensitif dan vital. Sehingga kebersihan dan kesehatan organ kewanitaan juga menjadi hal yang perlu diperhatikan oleh setiap perempuan.

Terlebih bagi perempuan yang sudah membina rumah tangga, kebersihan dan kesehatan organ kewanitaan bisa berpengaruh pada keharmonisan hubungan suami dan istri. Kebersihan area kewanitaan yang tidak terjaga bisa memicu ketidakseimbangan pH dan parahnya bisa sebabkan infeksi.

 BACA JUGA:

Pertama dalam Sejarah, Tentara AS Sukses Jalani Cangkok Penis dan Kantung Zakar

Infeksi yang berulang tersebut dapat menyebabkan infeksi panggul, infeksi saluran kencing, infertilitas, kerusakan sistem imun tubuh, hingga infeksi menyeluruh atau sepsis. Faktanya, ada 7 dari 10 perempuan pernah mengalami keputihan yang disebabkan oleh area kewanitaan yang tidak terjaga kebersihannya dan 5persennya mengalami infeksi berulang.

"Area kewanitaan memiliki tingkat pH alami di angka 3,8-4,2. Keseimbangan pH alami perlu dijaga agar bakteri baik atau lactobacillus di area kewanitaan tetap mendominasi. Bakteri baik ini bisa mencegah area kewanitaan dari beebagai gejala infeksi, seperti gatal, bau, dan keputihan berlebih," dr. Mery Sulastri, Educator dan Trainer Mundhipharma Indonesia, dalam peluncuran Betadine Feminine Wash dan Wipes, Jakarta, Selasa (24/4/2018).

Lebih lanjut, dr. Mery juga menjelaskan, salah satu senyawa yang mampu membantu pertumbuhan bakteri baik di area kewanitaan adalah prebiotik, yang berfungsi sebagai makanan pertumbuhan bakteri baik di area kewanitaan. Dengan demikian, prebiotik ini bisa tetap menjaga tingkat pH normal di area kewanitaan.

"Untuk menjaga keseimbangan pH, area kewanitaan perlu dibersihkan setiap hari. Pilihan pembersih yang baik untuk area kewanitaan adalah yang memiliki pH sesuai dengan pH alami area kewanitaan," imbuh dr. Mery.

 BACA JUGA:

Buah Nyamplung, Tanaman Pekarangan yang Ternyata Bisa untuk Tabir Surya

Satu lagi, para perempuan kerap melakukan kesalahanan dalam membersihkan area kewanitaanya. Mereka kerap membersihkannya dengan menggunakan sabun badan atau body wash, yang pHnya sekira 9-10, dan kurang ideal untuk membersihkan area kewanitaan yang memiliki pH lebih asam.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini