nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Keputihan Bisa Disebabkan Oleh Hal-Hal Sepele Berikut Ini

Annisa Aprilia, Jurnalis · Selasa 24 April 2018 19:13 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 04 24 481 1890961 keputihan-bisa-disebabkan-oleh-hal-hal-sepele-berikut-ini-H3d1GekUWr.jpg Ilustrasi (Foto: Sheknows)

SEBAGIAN besar perempuan di seluruh dunia pasti pernah mengalami keputihan. Beberapa di antaranya menganggap keputihan wajar terjadi, biarpun begitu sebagai perempuan kita tidak bisa menganggap sepele tanda-tanda yang diberikan tubuh.

Pasalnya, keputihan menjadi salah satu pertanda ada yang tidak benar pada organ kewanitaan. Sebuah fakta menyebutkan 3 dari 4 perempuan mengalami masalah area kewanitaan, seperti bau tidak sedap, gatal, dan keputihan yang sebenarnya dapat dihindari.

 (Baca Juga: Pamer Anak Ketiga, Pangeran William-Kate Middleton Tunjukkan Momen Mesra Langka)

Sedangkan, dalam fakta lainnya, 7 dari 10 perempuan pernah mengalami keputihan yang disebabkan oleh area kewanitaan yang tidak terjaga kebersihannya. Sebanyak 5 persen lainnya mengalami infeksi berulang, seperti infeksi panggul, infeksi saluran kencing, infertilitas, kerusakan imun tubuh dan infeksi menyeluruh atau sepsis.

"Jumlah bakteri baik pada organ kewanitaan sekira 95persen, sisanya bakteri tidak baik. Kalau pH berubah, bakteri jahat bisa lebih dari 5 persen, yang sering menimbulkan masalah, seperti keputihan, bau tidak sedap, dan gatal," papar dr. Mery Sulastri, dalam peluncuran Betadine Feminine Wash dan Wipes, Jakarta, Selasa (24/4/2018).

 

Lebih lanjut, masih dalam pemaparan dr. Mery, jika keputihan yang terjadi disertai bau tidak sedap, gatal, dan sakit ketika berhubungan seksual, ditemukan pula flek seperti darah, maka bisa dipastikan itu semua adalah gejala infeksi di area kewanitaan. dr. Mery mengungkap ada beberapa penyebab yang bisa menimbulkan semua masalah ini, salah satunya cara membersihkan organ kewanitaan yang salah.

"Penyebabnya macam-macam jamur, bakteri, dan trikomonas. Paling banyak pertama bakteri, kedua jamur, baru trikomonas, bisa gabungan keduanya, atau ketiganya, salah satu gejalanya keputihan, yang tidak seperti biasanya," ungkap dr. Mery.

Masih dalam pemaparan dr. Mery keputihan yang disebabkan oleh bakteri baunya sangat dominan, amis, sering pula disertai rasa nyeri saat berhubungan seksual. Sementara, keputihan yang disebabkan oleh jamur, keputihannya berwarna putih seperti susu atau keju, dengan rasa gatal yang dominan, jamur sendiri bisa tumbuh karena kelembapan udara yang tinggi.

Sedangkan trikomonas 70persen pengidapnya tidak merasakan ada gejala. Tapi, keputihan berwarna kuning kehijauan, kadang berbusa, dan area kewanitaan berwarna seperti stoberi kemerahan dan terdapat bintik-bintik.

"Adapun faktor yang meningkatkan risiko infeksi kewanitaan lainnya, yaitu kebiasaan merokok, penggunaan kontrasepsi, konsumsi antibiotik berlebihan pun bisa membuat jamur tumbuh, karena pertama kali jamur ditemukan dari penisilin. Selain itu, penggunaan celana dalam bahan nilon, memiliki pasangan lebih dari satu, hubungan seks tidak sehat juga bisa membuat kondisi ekosistem daerah kewanitaan berubah, kebersihan organ kewanitaan yang tidak baik juga jadi faktor yang harus dihindari," imbuh dr. Mery.

Satu hal lagi yang tidak kalah penting dan perlu diketahui oleh setiap perempuan, mulai anak perempuan dan perempuan dewasa ialah cara membersihkan organ kewanitaan atau cebok setelah buang air kecil. Cebok juga tidak boleh sembarang dilakukan, menurut dr. Mery, gerakan cebok yang salah bisa membuat bakteri yang ada di dubur terbawa hingga ke vagina.

"Gerakannya dari depan ke belakang, karena organ kewanitaan kita dekat dengan dubur kalau salah bisa-bisa bakteri dari belakang terbawa ke depan. Penggunaan sabun badan juga harus dihindari, karena penggunaan sabun badan bisa mengubah ekosistem area kewanitaan yang mampu meningkatkan pH jadi 9-10 dan risiko infeksi pun meningkat.

 (Baca Juga: Analisis Ahli Bahasa Tubuh Terhadap Pangeran William dan Kate Middleton saat Perkenalkan Anak Ketiga)

Setelah membersihkan organ kewanitaan, sebaiknya mengeringkannya dengan handuk atau tisu sekali pakai buang. Hal ini dilakukan supaya risiko infeksi organ kewanitaan berkurang.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini