nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ibu Wajib Ajarkan Anak Perempuan untuk Bersihkan Miss V Sejak Dini

Annisa Aprilia, Jurnalis · Rabu 25 April 2018 08:35 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 04 24 481 1890979 ibu-wajib-ajarkan-anak-perempuan-untuk-bersihkan-miss-v-sejak-dini-oZQwuPMqve.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

SEBAGAI seorang perempuan, pasti kita sepakat organ kewanitaan adalah salah satu bagian tubuh yang penting. Kesehatan dan kebersihan organ dan area kewanitaan juga perlu diperhatikan, selain untuk menghindari berbagai penyakit, juga agar keharmonisan rumah tangga tetap terjaga.

Oleh karenanya, setiap perempuan harus tahu, sadar, dan mengenali organ serta area kewanitaannya sendiri, mulai dari kondisinya, cara membersihkannya, hingga sadar jika terjadi perubahan. Pengetahuan soal hal-hal tersebut perlu dibekali pada anak perempuan sejak dini atau setidaknya ketika mereka sudah memasuki masa menstruasi.

"Kita perlu mengajarkan anak perempuan sejak dini mungkin, agar ketika memasuki akil balik sudah punya kebiasaan itu. Dari bayi sudah bisa mengedukasi, jadi setelah anak mens tidak terlalu sulit mengajarkan cara membersihkan atau cebok yang tepat," ucap dr. Mery Sulastri, dalam sebuah kesempatan di Jakarta, Selasa 24 April 2018.

 (Baca Juga: Pramugari Cantik Asal Taiwan Ini Sedang Berlibur di Bali, Foto-Foto Seksinya Bikin Salah Fokus)

Lebih lanjut, dr. Mery menuturkan, ketika beranjak dewasa, anak remaja perempuan seringkali memiliki kebiasaan yang tidak baik bagi area kewanitaannya. Sebagian besar dari anak remaja perempuan malas untuk mengganti pembalut saat menstruasi, dengan alasan pembalut yang digunakannya belum penuh.

Padahal, kebiasaan buruk itu bisa membuat bakteri menumpuk dan daerah kewanitaan menjadi semakin lembap. Akhirnya, saat anak remaja putri merasa ada perubahan pada area kewanitaan, mereka akan lebih memilih bertanya pada temannya atau mencari di internet, daripada bertanya pada ibunya sendiri, karena menganggap hal tersebut tabu.

"Anak remaja putri yang paling sering malas mengganti pembalut, karena darahnya merasa masih sedikit, dan menganggap bertanya menjadi hal tabu, mereka hanya mengganti pembalut saat sudah penuh darah saja atau bahkan menumpuk pembalut," imbuh dr. Mery.

Mery melanjutkan, sebaiknya saat menstruasi gantilah pembalut setiap 3-4 jam sekali, seperti yang dianjurkan atau setidaknya gantilah pembalut maksimal setiap 6 jam sekali. Sebelum dan sesudah mengganti pembalut atau panty liner sebaiknya cuci tangan terlebih dahulu, lalu cuci miss v dengan air bersih, bersihkan dengan arah yang benar dari depan ke belakang.

  (Baca Juga: Identifikasi Penyakit dengan Cara Menjumlahkan Tanggal Kelahiran, Ketahui Nomor Anda!)

Langkah selanjutnya, keringkan dengan handuk atau tisu lembut sekali pakai, supaya menghindari infeksi, gunakan pakaian dalam yang menyerap keringat, dan ganti celana dalam jika sudah lembap. Jika sudah mengalami keputihan, dr. Mery menganjurkan agar membersihkan area kewanitaan dengan pembersih yang mengandung antiseptik, pilih pH yang cocok dengan pH area kewanitaan yaitu 3,8-4,2, dan membersihkannya dengan cara yang benar.

"Ciri-ciri pH tidak cocok, yaitu kulit area kewanitaan terasa keset. Pembersih semacam itu bisa menghilangkan minyak alami yang ada di kulit area kewanitaan. Saat area kewanitaan menjadi kering bakteri justru lebih mudah berkembang dan area kewanitaan jadi lebih mudah iritasi dan infeksi," jelas dr. Mery.

Mery mengatakan, anak remaja perempuan yang sudah mengalami menstruasi sudah aman menggunakan pembersih yang mengandung antiseptik jika memang diperlukan. Selain itu, mereka juga sudah perlu memberishkan area kewanitaannya dengan cara yang tepat agar terhindar dari keputihan, gatal, bau tidak sedap, dan infeksi.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini