nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tren Wisata Selfie di Alam Pengaruhi Inovasi Alat-Alat Outdoor di Tanah Air

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Rabu 25 April 2018 19:00 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 04 25 406 1891362 tren-wisata-selfie-di-alam-pengaruhi-inovasi-alat-alat-outdoor-di-tanah-air-e9FRapjxiB.jpg Ilustrasi (Foto: Captionsclub)

MASIH ingat dengan film 5 cm yang dibintangi oleh Pevita Pearce dan Herjunot Ali? Percaya atau tidak, setelah film tersebut booming di pasaran, muncullah sebuah tren baru yang pada saat itu sangat diburu oleh para generasi millennials, apalagi kalau bukan naik gunung.

Hal ini sempat dijelaskan secara gamblang oleh Disyon Toba, selaku CEO Consina Outdoor Service. Menurutnya, kemunculan film 5 cm memang membawa pengaruh besar pada industri pakaian dan alat-alat outdoor. Salah satu penyebabnya adalah meningkatnya jumlah para pendaki gunung.

“Ya, tiga sampai empat tahun lalu itu tren naik gunung memang sempat booming. Semua gunung bahkan tiba-tiba penuh gara-gara film 5 cm. Kalau saya lihat, mungkin karena di beberapa scene film tersebut disorot pemandangan Semeru yang sangat indah. Secara tidak langsung membuat orang-orang tertarik untuk menyambanginya,” tutur Disyon Toba, dalam konferensi pers Indofest 2018, di D’Cozie Hotel, Senin 23 April 2018.

 (Baca Juga: Malaysia Siap Luncurkan Ombak Buatan Terbesar Se-Asia Tenggara)

Kendati demikian, Disyon tidak memungkiri bahwa tren naik gunung atau aktivitas luar ruang mengalami penurunan dan cenderung stagnan. Ia melihat, telah terjadi pergeseran tren di kalangan wisatawan yang kini lebih memilih selfie dengan latar belakang alam, dibandingkan menikmati proses pendakian gunung, atau aktivitas luar ruang itu sendiri.

 

“Trennya itu para traveler mengejar selfie. Misalnya, kalau ada pantai baru kayak Pink Beach, atau resort-restort yang baru di buka, mereka pasti langsung mengusahakan untuk datang ke tempat-tempat tersebut. Saking gencarnya, tahun lalu Jogja membuka 10-15 destinasi baru dengan konsep selfie untuk menyasar tipe wisatawan sepert ini. Kalau bisa saya katakana, ini lah yang membuat kegiatan outdoor seolah tidak ekstrem lagi atau bisa dibilang lebih ke arah traveling,” imbuhnya.

  (Baca Juga: Soal Karier hingga Perasaan, Ini 7 Arti Mimpi yang Mungkin Anda Alami)

Dampak dari pergeseran tren tersebut, membuat sebagian besar produsen alat-alat outdoor mendesain produk mereka menjadi lebih simple dan dapat digunakan oleh semua kalangan. Tujuannya tentu saja demi menyesuaikan dengan permintaan pasar.

Kendati demikian, Disyon menegaskan bahwa pihaknya masih tetap memproduksi peralatan outdoor untuk para profesional dan mereka yang benar-benar mencintai aktivitas luar ruang.

“Mulai dari jaket, sepatu, hingga carrier semuanya diproduksi dengan teknologi terbaru. Namun harganya juga cukup tinggi dibandingkan produk-produk lainnya,” tukas Disyon.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini