Semasa Hidupnya, DJ Avicii Pernah Akui Andalkan Alkohol dan Makanan Bandara Gratis

Pradita Ananda, Jurnalis · Rabu 25 April 2018 17:20 WIB
https: img.okezone.com content 2018 04 25 481 1891339 semasa-hidupnya-dj-avicii-pernah-akui-andalkan-alkohol-dan-makanan-bandara-gratis-Cf1fq3SMOy.jpg

PADA hari Jumat 20 April 2018 lalu, seperti yang telah diketahui sebelumnya datang berita mengejutkan dari industri musik dunia dengan kematian mendadak DJ Avicii, yang jasadnya ditemukan di Muscat, Oman.

Berkaitan dengan peristiwa kematian mendadak Avicii ini, maka segala sesuatu tentang kehidupan disc jockey satu ini mulai terkuak. Salah satunya ialah soal pola hidup yang ia jalani. Walau berprofesi sebagai seorang DJ, yang lekat dengan dunia penuh kemewahan, hura-hura, dan glamor, ternyata seorang Avicii pun pernah menjalani kehidupan yang kontras dengan imej akan lifestyle sebagai seorang DJ.

Siapa sangka, seperti diwarta Metro, Rabu (25/4/2018) dalam sebuah sesi wawancara dengan majalah GQ pada 2013 silam, pria satu ini mengakui pernah menjalani kehidupan di mana ia bergantung hidup pada minuman alkohol gratis dan makanan di airport.

 (Baca Juga: Soal Karier hingga Perasaan, Ini 7 Arti Mimpi yang Mungkin Anda Alami)

Lebih lanjut, DJ asal Swedia ini mengungkapkan bahwa ia memang hidup dari "free alcohol" yang ditawarkan kepada dirinya secara gratis alias cuma-cuma ke manapun dirinya pergi. Selain menggantungkan diri untuk minum minuman alkohol gratis yang diberikan kepada dirinya, Avicii juga menggantungkan hidupnya pada minuman Bloody Marys dan makanan di bandar udara.

 

"You are travelling around, you live in a suitcase, you get to this place, there’s free alcohol everywhere—it’s sort of weird if you don’t drink (Kamu pergi berkeliling ke banyak tempat, kamu hidup dari koper yang dibawa, ketika kamu sampai di suatu tempat lalu ada minuman alkohol gratis di mana-mana, rasanya akan sedikit aneh jika kamu tidak meminumnya)," ujar Avicii pada majalah GQ.

Bicara soal minuman beralkohol, Avicii menjelaskan keterkaitan dirinya dengan minuman beralkohol. Di mana dirinya memang mengandalkan alkohol untuk bisa bertahan, terlebih lagi di masa-masa awal kariernya sebagai DJ.

  (Baca Juga: Malaysia Siap Luncurkan Ombak Buatan Terbesar Se-Asia Tenggara)

"I was so nervous, i just got into a habit, because you rely on that encouragement and self-confidence you get from alcohol, and then you get dependent on it. ‘I probably drink more now than I should, but I have a pace. I never drink two days in a row, (Aku merasa gugup, akhirnya menjadi suatu kebiasaan dan karena dirimu mengandalkan semangat dan kepercayaan diri yang kamu dapatkan dengan minum minuman alkohol, dan aku mungkin sudah minum lebih banyak dari yang seharusnya, tapi aku punya ritme sendiri. Aku tidak pernah minum selama dua hari berturut-turut)," tambah Avicii.

Dalam sesi wawancara yang sama, sang DJ juga menyebutkan salah satu rutinitas dalam hidupnya ialah meminum champagne di malam hari, lalu minuman Bloody Marys saat berada di bandara dan minuman wine saat di pesawat udara.

Hingga akhirnya, kemudian Avicii pun menderita sakit di bagian abdomen dan dipaksa untuk menghilangkan kebiasaan dirinya minum minuman beralkohol setelah menghabiskan waktu selama 11 hari terbaring di rumah sakit, dan pada 2014 silam ia harus mengangkat batu di kantung empedu serta operasi usus buntu.