nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Identifikasi Tingginya Pasien Penyakit Jantung, Para Dokter Spesialis Kardiovaskular Lakukan Penelitian

Tiara Putri, Jurnalis · Rabu 25 April 2018 19:23 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 04 25 481 1891371 identifikasi-tingginya-pasien-penyakit-jantung-para-dokter-spesialis-kardiovaskular-lakukan-penelitian-EMdGpJn7H0.jpg Ilustrasi penyakit jantung (Foto: Theindependent)

HINGGA kini penyakit kardiovaskular masih menjadi beban bagi Indonesia. Selain menjadi salah satu penyebab kematian terbesar, penyakit ini juga menghabiskan dana kesehatan terbesar. Belum lagi perubahan gaya hidup semakin membuat jumlah penyandang penyakit ini terus bertambah.

Salah satu jenis penyakit kardiovaskular yang banyak dialami oleh masyarakat Tanah Air adalah jantung. Banyak faktor risiko yang berkontribusi terhadap penyakit ini. Sebut saja tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, kadar gula darah tinggi, merokok, dan kurangnya aktivitas fisik.

BACA JUGA:

Prank Oreo Isi Odol, Youtuber Dituntut 2 Tahun Bui dan Denda Rp500 Jutaan

Dari hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskedas) 2013, diketahui jika provinsi Sulawesi Selatan dan Bangka Belitung mewakili provinsi yang jumlah risiko penyakit jantung cukup tinggi. Penyebabnya karena tingginya jumlah populasi perokok, jumlah pasien dengan tingkat kolesterol tinggi, dan banyaknya kasus tekanan darah tinggi serta diabetes. Fakta ini mendorong Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) bekerjasama dengan WHF untuk melakukan penelitian dan program kerjasama edukasi berlangsung selama 18 bulan. Penelitian ini didukung pula oleh perusahaan farmasi global, Pfizer.

 

(Foto: Tim Dokter/Tiara-Okezone)

”Kerjasama ini dimaksudkan untuk mengidentifikasi dan memitigasi berbagai faktor risiko penyakit jantung di wilayah Indonesia yang memiliki populasi risiko penyakit jantung tertinggi,” ujar Dr. dr. Ismoyo Sunu, Sp.JP(K) selaku Ketua Umum PERKI saat ditemui dalam media briefing terkait rencana penelitian, Rabu (25/4/2018) di kawasan Jakarta Barat.

Salah seorang dokter yang nantinya ikut berpartisipasi dalam penelitian tersebut, dr Siska Suridanda Danny, Sp.JP(K) menyatakan penelitian ini merupakan bentuk intervensi di populasi selama 3-6 bulan. Tujuan dari penelitian ini adalah merumuskan upaya untuk meningkatkan pelayanan, mempromosikan perilaku hidup sehat, serta melakukan perawatan pada pasien sesuai dengan panduan dan ketentuan dari Yayasan Jantung Indonesia maupun PERKI.

"Tim dokter yang ikut serta akan membimbing petugas Puskesmas yang dipartnerkan dengan Klub Jantung Sehat. Kita harapkam dengan adanya pendampingan intensif maka akan memberikan dorongan untuk berubah. Penelitian ini juga akan melibatkan gadget karena sudah merupakan bagian dari pola hidup masa kini," jelas dr Siska saat ditemui dalam kesempatan yang sama.

Dalam penelitian tersebut, baik peserta penelitian maupun petugas kesehatan akan menggunakan aplikasi mobile yang telah disiapkan. Melalui aplikasi tersebut pasien penyakit jantung risiko menengah hingga tinggi nantinya akan mendapatkan informasi berupa tekanan darah, kadar kolesterol dan gula darah, waktu berobat, olahraga dan masih banyak lagi.

BACA JUGA:

Menguak Aplikasi Handphone Traveler Dunia, Apa Saja Isinya?

"Kalau menerapkan proses yang interaktif kita mengharapkan efeknya lebih kena karena sebenarnya yang ingin kita edukasi sebagian sudah terekspos kepada masyarakat. Tapi bagaimana pengetahuan itu bisa diterjemahkan sebagai perilaku yang kita inginkan. Penelitian ini juga ingin melihat apakah ada barier atau kebiasaan lokal yang menyebabkan tingginya angka kardiovaskular untuk menjalankan pola hidup sehat," pungkas dr Siska.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini